Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Perpanjangan Darurat Sipil Tergantung SBY
Selasa, 19 Oktober 2004 | 13:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: "Masalah penegakkan hukum dan hak azasi manusia (HAM) harus menjadi agenda utama Kementrian Politik dan Keamanan pemerintah yang akan datang,"kata Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim, Hari Sabarno seusai rapat koordinasi Kementerian Polkam, Selasa (19/10) di Jakarta.

Penegakkan hukum dan HAM, yang dimaksud Menteri Hari Sabarno, yaitu soal tahanan-tahanan yang diperlakukan secara tidak manusiawi. Seperti diungkapkan Human Rights Watch beberapa pekan lalu, soal para tahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang diperlakukan tak wajar. "Itu menjadi pekerjaan Menko Polkam yang akan datang. Karena Menko Polkam mendatang harus menangani politik, hukum, dan keamanan,"ujarnya.

Soal lain yang dibicarakan dalam rapat yang berlangsung 45 menit ini, adalah darurat sipil di Aceh. Menurut Menteri Hari Sabarno, darurat sipil yang ditetapkan Presiden Megawati Sukarno Putri sejak Juni lalu, masih belum diketahui akan diperpanjang atau tidak. Darurat sipil yang akan berakhir 19 November ini, diterapkan Presiden Megawati, menggantikan status darurat militer di Aceh. "Darurat sipil di Aceh dievaluasi kembali setelah enam bulan diberlakukan,"kata Menteri Hari Sabarno. Memang desakan kepada SBY untuk mengakhiri status darurat sipil di Aceh, juga sudah dicetuskan oleh koalisi NGO kemarin.

Namun, keputusan untuk memperpanjang atau tidak, menurut Hari Sabarno, tergantung dari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Mungkin (darurat sipil) diperpanjang atau mungkin hanya diberlakukan di daerah-daerah tertentu atau diturunkan menjadi tertib sipil keputusan itu diserahkan ke pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono,"katanya. Dalam rapat itu hadir Jaksa Agung, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, Menteri Luar Negeri, Menteri Kimpraswil, dan beberapa perwakilan dari TNI dan Polri. Kapolri dan panglima tidak hadir, panglima hanya diwakili kepala staf umum (kasum) TNI.

Selain masalah darurat sipil di Aceh, menurut Menteri Hari, menteri Polkam yang akan datang juga harus mencermati konflik-konflik yang terjadi di Papua dan beberapa daerah lainnya, seperti konflik yang baru-baru ini terjadi di Mamasa, Sulawesi Selatan. "Organisasi Papua Merdeka (OPM) sudah mulai melakukan aktifitas fisik, tidak hanya diplomasi diluar sehingga harus menjadi perhatian utama menteri yang baru,"ujarnya.

Sunariah - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dalam 100 Hari, Yudhoyono Harus Cabut Darurat Sipil di Aceh
TNI Tidak Akan Tarik Pasukan dari Papua dan Aceh
Mabes TNI AD Selidiki Penyebab Jatuhnya Heli
Helikopter Jatuh di Aceh, Delapan TNI Tewas
TNI Angkat Juru Bicara Aceh Sipil
Pemerintahan SBY Diminta Cabut Darurat Sipil di Aceh
DPRD Aceh Minta Penutupan Pabrik AAF Ditinjau Ulang
Yudhoyono Diminta Selesaikan Konflik Aceh Tanpa Kekerasan
TNI Siap Tindak Prajurit yang Lakukan Penyiksaan
TNI Bantah Penyimpangan Dana saat Darurat Militer
> selengkapnya...


Referensi

Operasi Militer di Aceh
Empat Tahap Resolusi Konflik
Komisi Kebenaran $ Rekonsiliasi
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
Keppres RI No. 2 Tahun 2004 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh Lhokseumawe
UU RI No. 18 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai Propinsi NAD
> selengkapnya...

Website

Kementerian Politik dan Keamanan
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data