Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Seleksi Kabinet SBY Selesai Hari Ini
Selasa, 19 Oktober 2004 | 10:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sehari menjelang dilantik menjadi Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono hampir merampungkan personel kabinetnya. Letnan Jenderal (Purn.) Sudi Silalahi, anggota tim Yudhoyono yang bertugas menghubungi para calon menteri, kemarin memastikan bahwa proses seleksi akan selesai hari ini.

Kepada wartawan di kediaman Yudhoyono, Puri Cikeas Indah, Bogor, Sudi mengakui bahwa masih ada tarik-ulur dan lobi yang semakin gencar oleh partai-partai pendukung sang presiden terpilih. "Dalam politik, lobi adalah salah satu cara untuk mencari kesepahaman," kata pengelola lembaga informasi pendukung Yudhoyono, Blora Center, itu.

Menurut Sudi, tarik-ulur itu muncul karena "semua ingin memberikan yang terbaik untuk negara". Yang jelas, katanya, Yudhoyono selalu mendengar masukan partai, untuk kemudian didiskusikan bersama. Ia pun mengingatkan bahwa Yudhoyono tidak bisa menyenangkan semua pihak.

Sepanjang hari kemarin, pemanggilan terhadap para calon menteri terus dilakukan. Mereka yang datang adalah Rizal Ramli (Menko Perekonomian kabinet Abdurrahman Wahid), Muhamad Jusuf Anshari (anggota Majelis Pertimbangan Partai Keadilan Sejahtera), Anton Apriantono (dosen Teknologi Pangan IPB), dan Bambang Sudibyo (Menteri Keuangan Abdurrahman Wahid).

Pada sore hari datang Juwono Sudarsono (Duta Besar RI di Inggris), Saefulah Yusuf (mantan Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa), dan Muhammad Maftuh Basuni (Duta Besar RI di Arab Saudi). Pada malam hari hadir ekonom Sri Mulyani, Fahmi Idris (Menteri Tenaga Kerja Kabinet Habibie), Sugiharto (Direktur Medco), Laksamana Muda (Purn.) Freddy Numberi (Duta Besar RI di Italia), dan Mayjen (Purn.) M. Yasin (mantan staf Yudhoyono di Kementerian Koordinator Polkam).

Setelah berdialog selama sejam, Jusuf Anshari mengaku banyak membicarakan masalah pemerintahan yang baik dan usaha melakukan efisiensi birokrasi. Ia mengaku siap menempati pos apa pun. Ketika ditanyakan apakah ia akan menjadi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, ia menjawab, "Itu hak presiden."

Anton yang tiba 40 menit kemudian mengaku banyak membahas masalah pertanian. Ia mengaku mengajukan tiga konsep besar untuk menjadikan pertanian sebagai satu pilar ekonomi.

Bambang Sudibyo menyatakan, ia bicara selama 10 menit. "Tidak banyak yang dibicarakan, hanya ngobrol biasa. Itu karena saya dan SBY sudah lama kenal," kata mantan manajer kampanye Amien Rais itu. Ia menolak menjelaskan posisi yang ditawarkan kepadanya.

Juwono, yang mengaku baru saja tiba dari London dan datang pada pukul 15.00 WIB, mengatakan, ia banyak membicarakan masalah pertahanan dan keamanan. Mantan Gubernur Lemhannas itu mengaku secara tidak langsung ditawari menjadi Menteri Pertahanan.

Maftuh Basuni, salah satu tokoh NU, mengaku banyak membicarakan penanganan haji. Ia tidak membantah ditawari menjadi Menteri Agama. Ia bahkan langsung bertekad memberantas korupsi di departemen itu. "Seharusnya Departemen Agama menjadi contoh sebagai departemen paling bersih, dan bukan sebaliknya," ujar Maftuh yang mengaku terbang dari Riyadh kemarin setelah dihubungi Sudi Silalahi.

Fahmi Idris juga memastikan dirinya akan menjadi Menteri Tenaga Kerja. Alasannya, ia banyak berdiskusi soal itu. Sugiharto mengaku hanya membicarakan masalah ekonomi secara umum.

Sri Mulyani yang dipersoalkan Partai Keadilan Sejahtera karena posisinya di Dana Moneter Internasional (IMF) juga mengatakan, hubungan Indonesia dengan lembaga itu sudah jelas. Keberadaannya di IMF, menurut dia, mewakili 12 negara dan otomatis akan gugur bila dirinya menjadi menteri.

Dari berbagai informasi di tim Yudhoyono, nama-nama itu telah dipastikan pada posisi masing-masing (lihat "Perkiraan Menteri" di hlm. 14). Satu posisi terpenting, yakni Jaksa Agung, menurut sumber, masih "diperebutkan" oleh Hakim Agung Abdul Rahman Saleh dan Artijo Alkotsar.

Hari ini Yudhoyono masih akan memanggil sejumlah calon menteri. Sebelum dilantik besok, ia akan bertemu dengan John Howard, yang baru saja terpilih sebagai Perdana Menteri Australia untuk keempat kalinya. Howard khusus datang untuk menghadiri pelantikan.

Cahyo Junaedy

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Larang Menteri Keluarkan Kebijakan Strategis Hingga 20 Oktober
Megawati Tidak akan Hadiri Pelantikan SBY
Yudhoyono Lanjutkan Seleksi Calon Menterinya
Dibalik Penolakan Megawati Menghadiri Pelantikan SBY
PBB Tetap akan Dukung Yudhoyono
Kehadiran Hamzah Tergantung Megawati
Dalam 100 Hari, Yudhoyono Harus Cabut Darurat Sipil di Aceh
PKB Siapkan 5 Calon Pengisi Kabinet
PBB Anggap Yudhoyono Langgar Komitmen
Mahkamah Konstitusi Minta Kepastian Kehadiran Megawati
> selengkapnya...


Referensi

Profil Susilo B. Yudhoyono
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Tim Kampanye Calon Presiden
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data