|
Ekonomi dan Bisnis
Target Pembangunan Telepon USO Tahun ini 2600 SST
Senin, 18 Oktober 2004 | 20:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sambungan telepon USO( Universal Service Obligation) atau kewajiban pelayanan Universal, yang harus dibangun di daerah terpencil sampai akhir tahun ini adalah sekitar 2600 SST(satuan sambungan telepon). Target tersebut lebih kecil dari pembangunan tahun lalu yang sebesar 3010 sst.
Direktur Bina Telekomunikasi Dikjen Postel, Susilo Hartono, mengungkapkan target tahun ini turun karena anggaran biaya yang semula yang dipatok sebesar Rp 45 miliar harus dipotong untuk biaya konsultan sebesar Rp1,5 miliar."Ada pengurangan biaya untuk PMU sehingga anggaran menjadi Rp 43,5 miliar," ujar Susilo kepada Tempo melalui sambungan telepon, Senin (18/10)
Seperti diberitakan sebelumnya, empat operator telah siap untuk melaksanakan pembangunan jaringan telkom di pedesaan setelah diputuskan menjadi pelaksana program USO awal Oktober lalu.
Empat operator tersebut yakni PT Pasifik Satelit Nusantara(PSN), PT Citra Sari Makmur(CSM), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan PT Mandara Selular Indonesia, akan membangun jaringan telepon dengan lima teknologi,(PSS, very small aparature terminal, Internet protocol-based, radio dan seluler)
Susilo mengaku belum bisa memastikan kapan ke empat operator tersebut mulai membangun jaringan. Karena, menurutnya pembangunan akan dilakukan secara pararel,"Saat ini yang kami lakukan adalah sosialisasi kepada Pemda di setiap lokasi pembangunan,"terangnya.
Susilo mengaku bahwa pelaksanaan pembangunan USO tahun ini sangat terbatas waktunya. Namun, ia merasa target sekitar 2600 SST akan terlaksana. Dia menjelaskan jika ada operator yang tidak melaksanakan pembangunan sesuai dalam dokumen kerja sama maka operator tersebut akan dikenakan pinalti. "Itu sudah ada dalam hak dan kewajiban operator pelaksana."ujarnya.
Namun Susilo mengaku tidak tahu secara pasti jenis dan besaran pinalti yang akan dikenakan kepada operator yang tidak melaksanakan pembangunan.
Rina Rachmawati - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|