Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Industri Asuransi Minta Depkeu Susun Arsitektur Industri Jasa Keuangan
Senin, 18 Oktober 2004 | 19:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan industri asuransi menuntut Departemen Keuangan untuk segera menyusun Arsitektur Industri Jasa Keuangan sebagai panduan pengembangan industri jasa keuangan.

Menurut Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Evelina F. Peitruschka, diperlukan semacam cetak biru skema pengaturan industri jasa keuangan non bank yang ada di Indonesia. "Mirip dengan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) untuk perbankan yang disusun BI," katanya akhir pekan lalu.

Selama ini, kata Evelina, belum ada cetak biru mengenai upaya pengembangan dan penguatan struktur industri jasa keuangan nasional. "Mulai dari permodalan, perbaikan struktur industri sampai penyusunan sistem pengaturan yang efektif serta mekanisme perlindungan peserta asuransi," urainya.

Menurut Evelina, Dalam industri asuransi, kekuatan permodalan adalah unsur yang sangat penting, supaya dapat beroperasi secara efektif dan efisien, perusahaan asuransi seharusnya memiliki modal yang kuat. "Tidak bisa small is beautifull. Harus ada batasan modal yang bisa menjamin skala ekonomis industri yang ada," katanya.

Evelina mencontohkan langkah restrukturisasi industri jasa keuangan yang dilakukan Malaysia. Saat ini di negara jiran tersebut hanya ada sekitar 20-an perusahaan asuransi yang memiliki modal yang kuat akibat dari restrukturisasi yang dilakukan pemerintah. "Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki ratusan perusahaan asuransi tetapi dengan struktur yang tidak seimbang," katanya.

Menurut Ketua Dewan Asuransi Indonesia, Hotbonar Sinaga, perusahaan asuransi di Indonesia yang memiliki modal lebih dari Rp 100 miliar hanya mencapai 16 perusahaan atau 10 persen dari jumlah seluruh perusahaan asuransi yang ada, baik asuransi jiwa maupun umum.

Hal ini, kata Hotbonar, jelas sangat mengkhawatirkan karena mengakibatkan daya tahan perusahaan asuransi terhadap risiko investasi menjadi sangat lemah. "Banyak perusahaan asuransi yang berdiri hanya dengan modal Rp 2 miliar. Dengan kondisi tersebut, perusahaan asuransi menjadi sangat lemah untuk bisa menjadi sumber pembiayaan alternatif," kata Hotbonar.

Menurut Hotbonar, akibat kapitalisasi modal yang kecil itu, industri asuransi di Indonesia mengalami defisit neraca pembayaran. Hal itu terjadi pada tahun 2002 ketika industri asuransi defisit hingga Rp 2,5 triliun dan meningkat hingga Rp 3 triliun setahun kemudian. "Industri asuransi Indonesia hanya sempat memperoleh surplus neraca pembayaran pada 1998 atau pascakrisis. Itu pun hanya mencapai Rp 258 miliar," kata Hotbonar.

Amal Ihsan - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Deperindag-Depkeu Luncurkan Pertukaran Data
Implementasi White Paper Kurang dari 90 Persen
Indonesia Minta Bank Dunia Hapuskan Biaya Komitmen Pinjaman
Daerah Boleh Menerbitkan Surat Utang
Surat Utang Negara Laris Terjual
Pemerintah Setuju Alihkan Utang Merpati
Pemerintah Tinggal Selesaikan Teknis Pemberesan Aset BPPN
Struktur Organisasi Departemen Keuangan Dirombak
Aset Properti PPA Akan Diverifikasi Final
Pemerintah Siapkan Dana Tunai Untuk Bayar Obligasi
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Prudential
Perjalanan BPPN dari Waktu ke Waktu
Status Pengutang BPPN
Profil Iwan Prawiranata
Profil Glen Yusuf
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 16 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Tim Pemberesan Badan Penyehatan Perbankan Nasional
Keppres RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Sistem Kepegawaian Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data