|
Nasional
Mahkamah Konstitusi Minta Kepastian Kehadiran Megawati
Minggu, 17 Oktober 2004 | 20:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie ingin meminta kepastian dari Presiden Megawati tentang kehadirannya pada pelantikan presiden 20 Oktober mendatang.
Jimly menolak berkomentar ketika dimintai konfirmasi tentang kemungkinan ketidakhadiran Megawati dalam pelantikan presiden. "Besok saja, saya ingin ketemu dengan ibu Megawati dulu," katanya pada Tempo News Room saat buka puasa bersama, Minggu (17/10).
Rencananya Jimly akan mengadakan konferensi pers di kantor Mahkamah Konstitusi mengenai sikap Presiden besok sekitar pukul 13.00 WIB.
Dia secara tidak langsung mengharapkan Megawati berkenan hadir dalam pelantikan presiden. Sebab, sampai tanggal tersebut Megawati masih berstatus sebagai Presiden Republik Indonesia. "Saya dengar Perdana Menteri Malaysia dan Australia akan hadir. Secara etis kalau pemimpin dari negara lain saja hadir, Megawati sebagai tuan rumah mestinya hadir," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Tosari Wijaya, mengharapkan Hamzah Haz, Ketua Umum PPP—yang juga menjabat sebagai wakil presiden-- hadir dalam pelantikan presiden baru.
Meskipun, lanjut Tosari, tidak ada perundang-undangan yang mengharuskan wakil presiden hadir. Hanya saja sebagai seorang negarawan Hamzah harus memberikan teladan yang baik bagi rakyat. "Sebagai rakyat kita mengharapkan contoh yang baik dari Pak Hamzah," kata Tosari di rumah Jimly. (Erwinda).
INDEKS BERITA LAINNYA :
|