|
Nasional
SBY Akan Ikut Negosiasi Soal Utang
Minggu, 17 Oktober 2004 | 18:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintahan baru belum memikirkan untuk meneruskan kerja sama dengan IMF. "Pemilihan para calon menteri tidak ada kaitannya dengan IMF," ujar presiden terpilh Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas Indah Bogor, Minggu (15/10). Susilo mengatakan mengenai IMF sudah ada kebijakan pemerintah Indonesia untuk mengakhiri program Leter of Intent dengan lembaga donor ini.
Hal ini dikatakannya menanggapi berita di media massa mengenai keberatan pihak-pihak yang terkait dengan IMF. "Para calon menteri harus tahu kerja sama internasional dan politik kita sendiri," ujarnya. Sehingga atas dasar itu ia memanggil beberapa nama calon menteri yang dikabarkan mendapat sorotan mengenai kaitannya dengan Dana Moneter Internasional (IMF). "Ini bukan kerjasama dengan IMF tapi masalah profesionalisme baik konteks domestik maupun international bukan masalah IMF atau bukan IMF," ujarnya.
Setiap nama calon, ujarnya harus diketahui dulu komitmen politiknya, untuk bisa berkontrak politik dengan pemerintahan yang dipimpinnya. Ia menegaskan kerangka kerja sama dalam penyelesaian utang dengan negara donor harus dibuat dengan baik. "Tidak harus pengampunan yang penting ada penyelesaian yang baik. Kalau perlu saya ikut dalam tingkat puncak negosiasi utang agar ada solusi yang baik dan adil," tandasnya.
Mengenai penghematan fasilitas pejabat negara, ia mengatakan sepakat dengan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. " Saya setuju dengan Ketua MPR agar dibangun kesederhanaan termasuk mobil-mobil yang menjadi fasilitas," ujarnya. Untuk itu ia akan menetapkan kriteria fasilitas bagi pejabat negara yang pantas dan layak. "tidak ada pemborosan lebih dari batas kepantasan, Untuk itu saya akan mendengarkan masukan dari Sekretariat Negara mengenai fasilitas tersebut," katanya. (Yopiandhi)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|