Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Susilo Minta PPA Periksa Utang dan Pajak Calon Menterinya
Minggu, 17 Oktober 2004 | 18:15 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor: Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono meminta pada masyarakat memberikan fakta dan bukti hukum sebagai masukan pemilihan para calon menterinya. "Saya memerlukan bukti hukum para calon menteri yang dianggap bermasalah dan layak duduk di dalam kabinet. Bukti-bukti ini saya perlukan agar tidak keliru memilih,? ujar Susilo di Puri Cikeas Indah Bogor Minggu (15/10).

Ia memahami bila ada kabar yang beredar mengenai calon menteri yang bermasalah seperti pengusaha atau konglomerat yang masih memiliki masalah hukum sehingga dianggap tidak layak duduk dalam kabinet. Karena itu tadi ia mengaku telah berkomunikasi dengan pejabat PPA (badan pengganti BPPN). "Saya ingin mengetahui apakah dari mereka yang dipanggil masih mempunyai masalah serius dengan hukum, keuangan negara dan juga pajak," ujarnya.

Masukan dari pejabat PPA ini, ujar Susilo, menjadi bahan pertimbangan untuk memilih menterinya. Bila dari bukti hukum yang sahih calon tersebut tidak ada masalah dengan BLBI, BPPN maka tidak ada alasan lagi untuk menghalanginya memilih orang untuk masuk ke dalam kabinetnya.

Ia mengaku dalam politik praktis ada kompleksitas seperti kebutuhan dan kepentingan orang yang mencalonkan para calon tersebut. Apalagi, katanya ada tujuh partai yang mendukungnya selama ini. ?Masing-masing juga mencalonkan para calonnya untuk masuk dalam kabinet,? katanya. Namun Susilo tidak mau jika pemilihan calon menterinya terkesan tidak demokratis.

Sementra Susilo juga masih memiliki hak prerogatif untuk memilih calon menteri. ?Saya juga tidak mau dianggap ada gerbong orang lain dan SBY tinggal setujui, itu tidak benar," katanya. Susilo juga menyatakan paling lambat tanggal 20 Oktober nama-nama orang yang duduk dalam kabinetnya sudah bisa diumumkan.

Proses seleksi yang dilakukannya, katanya, bukanlah hal yang berlebihan sebab, yang dilakukan dengan calon menterinya adalah berkomunikasi dan mengetahui komitmen politik calon tersebut. "Saya juga perlu tahu orangnya, visinya, latarbelakangnya, Saya tidak mau beli kucing dalam karung, saya saja diaudit oleh masyarakat selama 8 bulan sebelum terpilih menjadi presiden," ujarnya. Sehingga, katanya, tidak terkecuali siapapun akan dianggil ke kediamannya hingga pengumuman kabinet termasuk, Yusril Ihza Mahendra. (Yopiandhi)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Apindo Dukung Calon Tim Ekonomi Yudhoyono
Hari Ini, Yudhoyono Panggil Tujuh Calon Menteri
SBY Diskusikan Masalah Perdagangan dengan Mari Pangestu
SBY Belum Tawari Posisi Menteri ke Aburizal Bakrie
Dua Calon Menteri Bidang Ekonomi Tiba di Cikeas
SBY Tetap Seleksi Yusril
Yudhoyono Mulai Seleksi Calon Menteri
Yudhoyono Berdiskusi Soal Kepemudaan dengan Adyaksa
Pemerintahan Mega Tuntaskan Soal Perundangan 18 Oktober
Yudhoyono Seleksi Kusmayanto Kadiman dan Sofyan Djalil
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data