|
Nasional
Rahmat Gobel Diskusi Dunia Industri Dengan SBY
Sabtu, 16 Oktober 2004 | 19:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengusaha Rahmat Gobel meninggalkan kediaman Susilo Bambang Yudhoyono sekitar pukul 17.20 WIB. Dalam pembicaraannya dengan SBY, Rahmat dimintai pandangannya mengenai dunia industri.
"Menurut pandangan saya kita sedang memasuki dunia global. Baik WTO maupun AFTA. Ini yang harus kita lihat, kita mau apa ditengah arus globalisasi dengan kondisi pasca krisis," katanya usai bertemu SBY, Sabtu (17/10). Selama pembicaraan dengan SBY, Rahmat lebih berbicara mengenai dunia Industri
Menurut Rahmat, Indonesia mempunyai tiga basis industri yang bisa dikembangkan, yaitu industri yang berbasis padat karya, padat modal, dan Sumber Daya Alam (SDA).
Industri padat karya lanjut Rahmat seperti pada industri tekstil makanan dan kerajinan. "Industri padat karya kita dorong untuk pacu lapangan kerja," ujarnya.
Sedangkan pada industri padat modal, menurut Rahmat dikembangkan lewat pengembangan Support Industri. "Support industri ini juga harus berorientasi ekspor hingga kualitasnya menjadi bertaraf internasional," ujarnya. Industri padat modal antara bidang elektronik dan otomotif.
Sedangkan industri berbasis SDA harus diciptakan nilai tambah. "Sayang kalau kita ekspor barang mentah saja, lama-lama akan habis," ujar dia. Industri yang berbasis SDA yang dimiliki oleh Indonesia adalah minyak bumi.
Terhadap pemisahan Deperindag, Rahmat sangat menyetujuinya. "Untuk Saya tidak ada masalah ada plus dan minusnya," kata Rahmat.
Menurut Rahmat, dengan adanya pemisahan ini membuat sistem kerja bisa terfokus. Yang penting lanjut Rahmat harus ada koordinasi dengan semua pihak. Ke depan Departemen industri harus banyak melakukan koordinasi dengan Depkeu, Dephut, pertambangan dan departemen lain terkait.
Sutarto - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|