|
Nasional
SBY Diskusikan Masalah Perdagangan dengan Mari Pangestu
Sabtu, 16 Oktober 2004 | 17:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mari Pangestu mengungkapkan dalam pembicaraan dengan presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono, belum membahas mengenai jabatan yang ditawarkan SBY. "Kita hanya membahas seputar isu-isu yang memang keahlian saya. Yaitu seputar perdagangan baik dalam negeri maupun internasional," kata Marie seusai bertemu dengan SBY di kediamannya, Sabtu (16/10).
Dalam pembicaraan terebut, juga dibicarakan apa yang bisa dilakukan Indonesia dalam 5 tahun ke depan dalam persoalan perdagangan. 'Misalnya seperti bagaiman menaikkan daya saing ekspor dan meningkatkan produktivitas," katanya. Perdagangan dan ekspor diharapkan dapat menyumbang pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia.
Menurut Marie, jalan untuk mewujudkan tujuan tersebut, diantaranya, menurunkan pengangguran, menaikkan kesempatan kerja, dan mengurangi kemiskinan.
Pemerintahan SBY, menurut Marie, punya PR yang banyak untuk dikerjakan. Misalnya, menurunkan biaya ekonomi tinggi yang ada dalam negeri. "Masing-masing untuk jangka pendek, menengah dan panjang ada programnya tersendiri, " ujarnya.
Dalam jangka pendek, hal yang harus dilakukan adalah bagaimana memfasilitasi perdagangan yang dianggap bermasalah. Hal ini, bisa dilihat dari berbagi isu yang muncul dalam survey mengenai iklim investasi dan persaingan yang meuncul belakangan ini.
Sedangkan, program jangka menengah yang dibahas dengan SBY adalah bagaimana bisa meningkatkan keunggulan komparatif Indonesia.
Menurut Mari, Keunggulan komparatif Indonesia berdasar sumber daya alam, pertanian, dan persediaan tenaga kerja tak terampil. "ini adalah tahap menengah yang harus dilakukan dimana kebijakan yang ada dalam negeri," katanya.
Mari mengatakan Indonesia juga harus mewujudkan negosisasi di tingkat ASEAN dan WTO. Hal itu guna mendapatkan akses pasar di LN dan bisa ikut dalam perjanjian-perjanjian Internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Mari mengaku menandatangani surat pernyataan yang disiapkan oleh SBY yang isinya bilamana terpilih harus berjanji akan jujur dan bekerja keras untuk negara. "Saya dipanggil lewat Pak Sudi Silalahi kemarin," katanya.
Sebelumnya Mari juga pernah mengadakan diskusi dengan SBY. Dia mengaku belum tahu apakah akan melakukan pembicaraan lagi dengan SBY sebelum ditetapkan sebagai menteri pada 20 oktober mendatang.
Setelah Mari meninggalkan kediaman SBY, terlihat Rahmat Gobel juga berdialog dengan SBY. Sementara saat ini Menteri Luar Negeri Hasan Wirayuda juga telah memasuki kediaman SBY.
Hasan tiba di kediaman SBY pukul 16.50 WIB mengenakan pakaian batik warna coklat tua dan celana hitam.
Sutarto - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|