Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Indonesia akan Lebih Proaktif Memperjuangkan Palestina
Jum'at, 15 Oktober 2004 | 14:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pemerintahnya akan lebih proaktif dalam memperjuangkan kedaulatan negara Palestina.

Yudhoyono berharap dalam waktu dekat Palestina akan menjadi negara yang berdaulat dan independen. "Pemerintah SBY akan lebih aktif lagi dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya dalam memperjuangkan nasib bangsa Palestina," kata juru bicara Yudhoyono untuk masalah hubungan internasional, Dino Patti Djalal seusai mengikuti pertemuan antara Yudhoyono dengan 17 negara Timur Tengah dan Afrika, Jumat (15/10).

Selain membahas soal Palestina, Dino juga menjelaskan, Yudhoyono akan mengajak negara-negara yang mayoritas beragama Islam untuk memerangi terorisme. Yudhoyono juga mengajak untuk memperbaiki citra Islam yang belakang mendapat perhatian negatif dunia. "Islam adalah agama yang mengutamakan perdamaian," jelas Dino meniru pernyataan Yudhoyono.

Yudhoyono juga berterima kasih kepada negara-negara Timur Tengah lantaran telah menjalani hubungan baik, terutama sektor ekonomi dengan Indonesia. Secara spesifik Yudhoyono berterima kasih karena telah diperlakukannya dengan baik para tenaga kerja Indonesia di negara tersebut.

Selain itu, dalam pembicara tersebut Yudhoyono juga mengeluhkan harga minyak dunia yang melonjak tinggi. "Lonjakan minyak ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia dan mengajak negara-negara Timur Tengah untuk mengatasainya," kata Dino.

Secara detail, masalah ini akan dibicarakan pada pertemuan negara-negara pengekspor minyak OPEC Desember depan.

Pertemuan dengan 17 negera Timur Tengah dan Afrika dilakukan di kawasan Cibubur, Raffles Hill. Hadir dalam pertemuan itu wakil dari Duta Besar Palestina , Iran, Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab, Mesir, dan lain-lain. Dalam pertemuan tersebut 17 duta besar itu mengucapkan selamat atas terpilihnya Yudhoyono sebagai presiden Indonesia keenam.

Cahyo Junaedi - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Yusril Tidak Mau Jadi Menteri Melalui Fit and Proper Test
Yudhoyono Siap Panggil Calon Menterinya
Pemerintah tidak Anggarkan Pembelian Mobil Baru bagi Pimpinan MPR
Dradjat Wibowo : Ada Tiga Agenda Penting Pemerintahan Baru
Dalam Pilkada, KPUD Sebaiknya Bertanggung Jawab Kepada KPU
Tim 11 Godok Lembaga Kepresidenan
Menperindag: Pemisahan Deperindag Menghambat Kinerja Pemerintah
DPD akan Sahkan Empat Panitia Ad hoc
Yudhoyono Pecah Departemen Perindustrian dan Perdagangan
Boediono: Kabinet Sebaiknya Diisi Orang Baru
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data