Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Yudhoyono Pecah Departemen Perindustrian dan Perdagangan
Selasa, 12 Oktober 2004 | 10:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Perindustrian dan Perdagangan akan dipisah menjadi dua departemen pada kabinet Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Kabinet baru yang akan diumumkan pada 20 Oktober itu juga dilengkapi dengan Kementerian Kepemudaan, sehingga total anggota kabinet adalah 34 menteri.

Hal itu diungkapkan oleh wakil presiden terpilih, Jusuf Kalla, kepada wartawan di kediaman Yudhoyono, kawasan Cikeas, Bogor. "Pada 13 Oktober, para personel pengisi menteri baru akan dipanggil," kata dia, yang datang bersama Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra dan mantan Panglima TNI Laksamana (Purn.) Widodo A.S.

Yusril menjelaskan, Departemen Perindustrian dan Perdagangan dipecah karena tidak lagi sesuai dengan kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Lahirnya departemen itu, kata dia, dipengaruhi struktur kabinet di Jepang yang 90 persen ekonominya ditopang hasil ekspor industri. Sementara itu, Indonesia, ia menambahkan, hasil ekspornya didominasi hasil alam, hutan, dan migas.

Departemen Perindustrian dan Perdagangan dibentuk oleh Presiden Soeharto pada Desember 1995, dengan menteri pertama Tungki Ariwibowo. Departemen ini merupakan penggabungan Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan. Setelah penggabungan, Menteri Perdagangan sebelumnya, yakni Satrio Billy Joedono, tersisih dari kabinet.

Kalla kemarin menambahkan, perubahan lain dalam kabinetnya adalah Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan yang akan menjadi Kementerian Koordinator Hukum dan Politik Keamanan. Selain perubahan ini, kabinet tidak akan banyak berbeda dengan kabinet Megawati, termasuk adanya tiga kementerian koordinator.

Menurut Kalla, evaluasi terhadap para calon menteri sedang dilakukan. Mereka kemudian akan dipanggil oleh Yudhoyono, besok. "Personel akan dipanggil satu per satu oleh presiden terpilih setelah struktur kabinet yang final terbentuk pada 13 Oktober," kata dia.

Yusril kemarin hadir, menurut Kalla, karena Menteri Kehakiman dan HAM ini bisa memberi pandangan-pandangan hukum dalam merancang kabinet. Adapun Widodo hadir atas permintaan Yudhoyono karena dia mempunyai banyak pengalaman dan masukan.

Pada pertemuan kemarin juga dibahas apakah Badan Intelijen Negara akan dibuat setingkat menteri atau tidak. Begitu juga tentang Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, yang sedang dipertimbangkan apakah akan bisa dimasukkan unsur pendidikan nasional.

Selain membahas komposisi kabinet, Yudhoyono kemarin juga memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro--yang banyak disebut akan menduduki kembali posnya itu. Namun, menurut mantan Ketua Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan Andi Mallarangeng, yang kini aktif memberikan keterangan di Cikeas, Purnomo dipanggil karena Yudhoyono ingin berkonsultasi tentang sumber daya energi.
"Presiden terpilih dapat saja berkomunikasi dengan siapa saja, termasuk dengan pejabat negara dan tokoh masyarakat untuk dimintai masukan," kata Mallarangeng.

cahyo junaedy


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kiai Tapal Kuda Usulkan Lima Calon Menteri
Koalisi LSM Desak KPK Segera Tanggani Dugaan Korupsi di KPU
Menteri Pertanian Masih Temukan Beras Impor di Pasaran
Hidayat: Perseteruan Dua Koalisi Jangan Dipermanen
SBY Disarankan Bentuk Dewan Hukum Nasional
Front Nasional Buruh Tagih Janji SBY
Boediono: Kabinet Sebaiknya Diisi Orang Baru
Menkeu: Harga Minyak Harus Disesuaikan
Pengamat: Tidak Boleh Mengganti Pejabat Strategis di Masa Transisi
SBY Bertemu A’a Gym Bicarakan Gema Nusa
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu Presiden Putaran Kedua
Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
Keppres RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Panitia Pengawas Pemilu
KPU
Pro SBY
Mega For President
Megawati-Hasyim Muzadi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [5]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data