|
Nasional
Yudhoyono Ditetapkan Sebagai Presiden Terpilih
Selasa, 05 Oktober 2004 | 09:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemilihan Umum kemarin menetapkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pemilu 2004.
Pasangan ini memperoleh dukungan 60,68 persen dari total 114.257.054 suara sah. Pesaingnya, pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi, mendapat 44.990.704 suara.
KPU akan mengirimkan surat keputusan penetapan itu ke MPR, Presiden, partai yang mencalonkan masing-masing pasangan. "Dan presiden terpilih," kata Wakil Sekjen KPU Sussongko Suhardjo di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin.
Proses rekapitulasi hari terakhir kemarin membahas penghitungan suara di setidaknya 12 daerah yang masih dipersoalkan saksi pasangan Mega-Hasyim. Koordinator saksi pasangan ini, Arif Wibowo, hingga saat terakhir menolak menandatangani berita acara Provinsi Jawa Barat. Meskipun begitu, ia bersedia menandatangani hasil rekapitulasi nasional.
Di akhir rapat pleno itu, pihak Mega-Hasyim sempat meminta agar penetapan pasangan terpilih dilakukan di kantor KPU sesuai dengan jadwal pada 5 Oktober. Selain karena hasil pemilihan presiden kali ini bersejarah, ia menyatakan, pihaknya masih ingin memberi catatan atas berita acara dan sekaligus menyiapkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. KPU menolak permintaan tersebut dan penandatanganan berita acara tetap dilakukan.
Ihwal sikap saksi Mega-Hasyim yang menolak menandatangani berkas Jawa Barat dan akan membawanya ke MK, anggota KPU Anas Urbaningrum menyatakan, hasil pemilu secara keseluruhan tidak akan terpengaruh. Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pemilihan Presiden, katanya, hasil pemilu tetap sah karena keberatan saksi tidak berpengaruh.
Yudhoyono kemarin menyampaikan rasa syukur atas hasil itu. "Terima kasih kepada rakyat Indonesia atas dukungannya," katanya di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Bogor. Ia menolak menyampaikan pidato sebagai presiden terpilih, karena pesaing politiknya, calon presiden PDIP Megawati Soekarnoputri, belum memberikan tanggapan atas keputusan KPU.
"Saat ini situasinya tidak enak," kata anggota tim suksesnya, Irvan T. Edisson. Yudhoyono, menurut dia, baru akan memberi pernyataan setelah Mahkamah Konstitusi menyelesaikan sengketa hasil pemilu.
Pasangan Megawati-Hasyim hingga pukul 22.00 WIB memang belum memberikan reaksi atau sikap resmi atas keputusan penetapan KPU. Keduanya sempat melakukan pertemuan sekitar satu jam di kediaman pribadi Mega di Kebagusan. Hasyim, yang meninggalkan rumah Mega sekitar pukul 20.10, juga tidak memberi pernyataan apa pun.
Seusai pertemuan dengan Hasyim, Megawati menerima Menko Polkam ad interim Hari Sabarno dan Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono. Turut mendampingi Mega adalah Ketua DPP PDIP Theo Syafei. Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh informasi tentang isi pertemuan itu.
purwanto/cahyo junaedy/khairunnisa
INDEKS BERITA LAINNYA :
|