Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Letkol Heru Atmodjo Luncurkan Buku soal G30S/PKI
Senin, 04 Oktober 2004 | 21:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Berakhirnya Orde Baru menimbulkan keberanian dari pelaku sejarah untuk mengungkapkan apa yang terjadi pada tahun 1965. Di kantor Kontras Jakarta, Senin(4/10), diluncurkan buku sejarah tahun 1965 dengan judul Gerakan 30 September 1965, kesaksian Letkol Heru Atmodjo.

"Buku ini sebagai klarifikasi atas produk masa kini, karena orang melihat peristiwa G 30 S/PKI dilihat dengan cara sepotong-sepotong," kata Heru Atmojo. Penerbitan buku ini juga dikaitkan dengan teori dari Coen Holtzappel yang menyebutkan Heru Atmodjo sebagai "dalang" Gerakan 30 September.

Kesaksian mantan Asisten Direktur Intelijen AURI saat terjadi peristiwa tahun 1965 ini, menurut sejarawan Aswi Warman Adam, sangat penting. Karena, dia salah satu tokoh kunci yang masih hidup. Sehingga kesaksiannya dapat meluruskan sejarah yang dinilai telah dibengkokkan. "Selain sebagai kesaksian baru, buku ini juga melengkapi penulisan sejarah AURI," kata Aswi, Peneliti Senior LIPI. Buku ini, lanjut dia juga mematahkan teori "dalang" gerakan 30 September digerakkan oleh Dinas Intelijen dibawah Heru Atmodjo.

Menurut Aswi, dirinya mendorong penulis untuk segera membukukan kesaksiannya atas peristiwa tersebut. Hal ini dikarenakan pemerintah Indonesia, lewat Menteri Pendidikan Nasional, telah membuat draf penelitian sejarah tahun 1965 yang diketuai Prof. Taufik Abdulah.

Dalam buku setebal 288, Heru Atmodjo menceritakan secara lengkap perannya saat peristiwa G30S/PKI. Dia menceritakan sehari sebelum peristiwa dan empat hari setelah peristiwa tersebut. "Saya tidak pernah ikut rapat dan saya tidak pernah kenal satu pun orang yang PKI tersebut," kata dia. Menyangkut tanda tangan dirinya dalam naskah Dewan Revolusi, ia mengaku tanda tangan tersebut dipalsukan orang lain.

Aswi menambahkan, versi yang terlengkap untuk menjelaskan teori G30S/PKI adalah versi presiden Soekarno. Menurut Aswi, penjelasan versi Bung Karno dalam Pidato Nawaksara tanggal 10 Januari 1967 adalah paling komprehensif. "Peristiwa itu disebabkan keblingeran pimpinan PKI, kelihaian suversi nekolim, dan adanya oknum yang tidak benar," kata dia.

Sutarto - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Hadiri Hari Kebangkitan Nasional
Aliansi Partai Minta Penghitungan Ulang Manual
PKB Hanya Terima Hasil Perhitungan Manual
PKS Tuntut Transparansi Publikasi Penghitungan Suara
PKS Laporkan Kecurangan Penghitungan Suara
Alvin Lie: Pemberlakuan Perpu Bisa Timbulkan Krisis Politik
BI Ingatkan Bank Hati-hati Pasarkan Kartu Kredit
Mahfudz MD Kritisi Kriteria Politisi Busuk
LBH Kesehatan Lantik Menteri Kesehatan Bayangan
KPU Jawa Tengah Dilempari Telur Busuk
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data