Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Deplu Temukan Identitas Dua Sandera di Irak, Palsu
Senin, 04 Oktober 2004 | 15:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda menyatakan pihaknya menemukan identitas dua warga negara Indonesia yang disandera di Irak, ternyata palsu. Hal ini disebabkan oleh adanya praktek-praktek penipuan pengiriman tenaga kerja oleh Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).

"Hari ini kami memang baru memperoleh konfirmasi, identitas dan alamat dari dua warga kita yang disandera itu, ternyata berbeda dengan yang diumumkan sendiri (oleh televisi Al Jazeera)," kata Hassan usai mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri menerima surat-surat kepercayaan dari tiga duta besar negara lain di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/10).

Menlu menuturkan semula dua warga negara itu bernama Rasidah binti Anom dan Rafikah binti Aming yang berasal dari Sukabumi dan Cianjur. "Ternyata setelah didatangi tim dari Deplu, nama dan alamat itu tidak benar," katanya.

Hassan menyatakan berdasarkan informasi terakhir yang diterimanya, Rasidah sesungguhnya bernama Istiqomah binti Mirsyad. Dia beralamat di Jl Kinabalu Rt 03 Rw 01 Lingkung Panglung Kelo, Banyuwangi. Istiqomah dikirim oleh penyalur tenaga kerja PT Sabrina ke negara Yordania pada tanggal 17 September 2003.

Sedangkah Rafikah bernama asli Novita Sari binti Sugito, beralamat di Dusun Mukasari Rt 23 Rw 08, Desa Haryo Kuncaran, Kecamatan Sumber Mancing Wetan, Malang Selatan. Novita dikirim oleh PT Asamiananda Mandiri Jakarta Selatan.

"Jadi dari fakta dan identitas ini, diketahui adanya perbedaan identitas. Ternyata, antara paspor dan nama yang digunakan, tidak sama," katanya.

Temuan ini juga menunjukkan telah terjadi praktek-praktek penyimpangan yang dilakukan oleh PJTKI sejak bulan September tahun lalu, yang mengirimkan tenaga kerja ke Yordania padahal diberangkatkan ke Kuwait.

"Ini sangat bertentangan dengan seruan-seruan pemerintah selama ini agar tidak mengirimkan tenaga kerja kita ke negara tersebut," ujar Hassan.

Deplu menilai permasalahan ini terjadi karena proses pembuatan paspor dan pengiriman tenaga kerja oleh PJTKI sangat semrawut.

Yura Syahrul - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Ajak Libanon dan Ulama Qatar Sikapi Penyanderaan di Irak
Baasyir Bantah Terlibat Penyanderaan WNI di Irak
Ngruki: Sebaiknya Ba'asyir Dibebaskan agar WNI yang Disandera Selamat
Deplu Konfirmasi Isu Pertukaran Tawanan di Irak dengan Baasyir
Gus Dur Dimintai Menjadi Mediator Pembebasan Sandera
Dua Warga Indonesia Diculik di Irak
Tawanan Indonesia di Irak Diinterogasi Dalam Bahasa Indonesia
Indonesia Kutuk Penyanderaan Murid di Rusia
Pemerintah Tidak Bisa Melarang Warganya ke Irak
Indonesia Tidak Merasa Terancam Sistem Rudal Australia
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
Kepres RI No.108 Thn.2003 Tentang Organisasi Perwakilan RI Di Luar Negeri
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
> selengkapnya...

Website

Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data