Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

TNI Bantah Penyimpangan Dana saat Darurat Militer
Senin, 04 Oktober 2004 | 12:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mabes TNI membantah adanya dugaaan penyimpangan dana saat diberlakukannya status darurat militer di Provinsi Naggroe Aceh Darrusalam. Hal itu, kata Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, didasarkan atas hasil verifikasi administrasi yang telah dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Mabes TNI.

"TNI sudah menyerahkan laporan itu pada KPK, dan itu hanya karena masalah administrasi dari sistem keuangan TNI," kata Endriartono usai acara tabur bunga di Tamam Makam Pahlawan Kalibata Jakarta, Senin (4/10).

Endriartono mencontohkan adanya anggaran yang keluar pada bulan Desember. Padahal, jika tidak segera digunakan, anggaran itu akan hangus. "Akhirnya TNI menggunakan pertanggung jawaban administrasi dahulu agar dana itu turun, baru kemudian pertanggun jawaban pelaksanaannya," kata dia.

Ucapan Endriartono itu terkait dengan pernyataan Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki kepada wartawan seusai pelantikan Sekjen KPK Dr Sugiri Syarief MPA, agustus lalu. Menurut Ruki, KPK akan menindaklanjuti hasil temuan tim monitoring terpadu di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang melaporkan adanya indikasi korupsi senilai Rp 2,7 triliun atas 68 proyek.

Ruki menambahkan, hampir seluruh instansi terlibat dalam kasus itu, mulai dari tingkat kabupaten hingga departemen

Dugaan itu juga membelit tubuh TNI. "Dugaan tindak pidana korupsi di militer ada dua laporan. Sudah kami teruskan ke Panglima TNI dan Kepala Polri. Kepala Polri sudah memberikan klarifikasi, sedangkan Panglima TNI sedang mempelajari," jelas Ruki.

Tak lama setelah itu, masih di bulan yang sama, Endriartono mengatakan, Markas besar TNI siap menindak dan menghukum prajurit TNI jika dugaan adanya korupsi selama darurat militer, seperti temuan KPK terbukti. Saat itu, Endriartono menyatakan, ia sangat menghargai dan peduli dengan temuan KPK.

Untuk itu, lanjut Endriartono, TNI segera mengupayakan verifikasi dan klarifikasi. Proses verifikasi administrasi itu, menurutnya, dilakukan oleh Inspektorat Jenderal TNI pimpinan Letjen Djaja Suparman. Nantinya, hasilnya verifikasi akan dilaporkan ke Panglima TNI. Hasil verifikasi yang dilakukan pihak TNI disesuaikan dengan segmentasi waktu dan organisasi. Segmentasi waktu itu, berdasarkan status darurat militer I, darurat militer II, serta darurat sipil.

Yandhrie Arvian - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Satu Marinir Tewas di Aceh
Puteh Optimis Menang Di Pengadilan
Pemerintah Diminta Tuntaskan Darurat Sipil di Aceh
SBY Diminta Segera Selesaikan Konflik Aceh
Prajurit TNI yang Tewaskan Ishak Daud Naik Pangkat
Pemerintah Pertimbangkan Lanjutkan Darurat Sipil Di Aceh
Panglima Muda GAM Wilayah Pasee Tewas
Dua Personil TNI Tewas Ditembak GAM Saat Patroli Pengamanan Pilpres II
Istri Panglima GAM Muzakkir Manaf Ditangkap
Jenazah Ishak Daud Dimakamkan
> selengkapnya...


Referensi

Operasi Militer di Aceh
Empat Tahap Resolusi Konflik
Komisi Kebenaran $ Rekonsiliasi
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
Keppres RI No. 2 Tahun 2004 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh Lhokseumawe
UU RI No. 18 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai Propinsi NAD
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Republik Indonesia
Maluku Media Centre (MMC)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data