Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

'Pertarungan' Antarkelompok Berlanjut di MPR
Senin, 04 Oktober 2004 | 10:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: "Pertarungan" antara Koalisi Kebangsaan dan kelompok nonkoalisi berlanjut dalam Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Untuk sementara, kelompok nonkoalisi unggul setelah mereka mampu menggolkan upaya pembahasan perubahan aturan komposisi pimpinan.

Kesepakatan untuk membahas perubahan ini dicapai pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Agung Laksono dan Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Ahad malam. "Selanjutnya, akan dibentuk panitia ad hoc untuk membahas materi perubahan," kata Agung, sebelum mengetukkan palu sidangnya.

Pada sidang itu, enam fraksi langsung menyatakan setuju terhadap perubahan yang diusulkan DPD, yakni PPP, Bintang Pelopor Demokrasi, PAN, PKS, DPD, dan Demokrat. Tiga fraksi lainnya, yaitu PKB, PDI Perjuangan, dan Partai Golkar, hanya menyatakan siap mengubah tata tertib.
PDIP dan Golkar merupakan unsur Koalisi Kebangsaan. Sementara itu, sejumlah partai yang langsung menyatakan setuju merupakan kelompok procalon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan saat pemilihan Ketua DPR menjagokan Endin A.J. Soefihara (PPP).

Wakil dari Fraksi DPD, La Ode Ida, menyatakan, Tata Tertib MPR mengatur bahwa setiap anggota MPR memilih empat calon pimpinan. DPD usul agar tata tertib ini disempurnakan menjadi "pimpinan MPR terbagi sama rata komposisinya, yaitu dua DPD dan dua DPR".

Atas persetujuan sebagian besar fraksi, Agung yang bertindak sebagai pemimpin sementara MPR, menyatakan bahwa perubahan tata tertib perlu dibicarakan dalam pertemuan gabungan. Abdillah Toha dari PAN menolak dan meminta perubahan langsung dilakukan oleh panitia ad hoc agar tidak bertele-tele.

Agun Gunanjar Sudarsa dari Golkar menepis alasan itu. Menurut dia, kerja yang lama bukan berarti menghambat, demi keinginan taat prosedur. Pembentukan panitia ad hoc, kata dia, hanya bisa dilakukan dalam rapat gabungan.

Cukup lama para wakil rakyat itu berdebat. Hatta Radjasa dari PAN lalu usul agar pimpinan sementara MPR menetapkan dulu perlu tidaknya perubahan tata tertib. Setelah disetujui, materi persetujuan diserahkan kepada panitia ad hoc yang dibentuk melalui rapat gabungan. Rapat akhirnya diskors untuk dilakukan rapat gabungan antara pimpinan sementara MPR dan pimpinan fraksi-fraksi.

Rapat gabungan memutuskan bahwa jumlah anggota panitia ad hoc adalah 35 orang. Perinciannya, DPD 7, Golkar 7, PDIP 6, PPP 3, Demokrat 3, PAN 3, PKB 3, PKS 2, dan Bintang Pelopor Demokrasi 1. Masa kerja panitia ini ditetapkan mulai Ahad pukul 22.00 WIB sampai maksimal Senin pukul 19.00.

Di sela-sela sidang, seorang politikus PAN menyebutkan, alotnya perdebatan mengenai tata tertib ini merupakan lanjutan pertarungan antara kubu Koalisi Kebangsaan dan nonkoalisi. Pertarungan sebelumnya telah terjadi pada perebutan Ketua DPR, yang dimenangkan kelompok koalisi dengan terpilihnya Agung Laksono.

"Pertarungan" riil akan berlangsung saat penentuan perwakilan DPR untuk dibawa ke pemilihan pimpinan MPR. Koalisi, menurut sumber, telah menyiapkan dua paket skenario. Skenario pertama, pasangan Sutjipto (PDIP) dan Theo Sambuaga (Golkar). Kedua, Sutjipto dan Khofifah Indar Parawansa (PKB).

Adapun kubu nonkoalisi, menurut sumber lainnya, menyiapkan satu perwakilan PKS dan A.M. Fatwa (PAN). PKS awalnya mengajukan Irwan Prayitno, tetapi kemudian berubah menjadi Hidayat Nur Wahid, presiden partai itu. Namun, belakangan, Hidayat pun diubah menjadi Ketua Dewan Syuro PKS Rahmat Abdullah.

Kelompok nonkoalisi ini berharap, PKB solid mendukung paket PKS-Fatwa ini. Menurut Hatta Radjasa, kubunya khawatir PKB tetap bermain di "dua kaki" seperti yang mereka lakukan ketika pemilihan pimpinan DPR. "Peluang kami sangat tergantung pada PKB, dan ini sulit mengukurnya," kata Hatta.

Berbeda dengan DPR, kelompok DPD dikabarkan sudah satu suara. Lembaga baru dalam ketatanegaraan Indonesia itu akan mencalonkan Aksa Mahmud (Sulawesi Selatan). Jika usulan perubahan tata tertib disetujui dan ada dua unsur DPD dalam pimpinan MPR, nama Aida Ismet (Bengkulu) kabarnya telah disiapkan.

istiqomatul/fajar wh/martha warta

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

SBY Tegaskan Belum Putuskan Kabinet
SBY Raih Gelar Doktor
Ginandjar Minta 2 Kursi Wakil Ketua MPR Diisi DPD
Rizal Ramli : SBY Punya Visi Kerakyatan
Koalisi Kebangsaan Ajukan Soetjipto Sebagai Calon Ketua MPR
Gus Dur Ancam Keluar Dari PKB
Ketua PDIP Jateng Desak DPP Beri Sanksi Kwik Kian Gie
Yudhoyono Kembali Buka Rumahnya
Anggota DPRD Divonis Empat Bulan
Keluarnya PPP dari Koalisi Kebangsaan Disambut Gembira
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu Presiden Putaran Kedua
Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
"Ini Tanggung Jawab Akbar Tandjung"
"Saya Tidak Diberi Kesempatan Membela Diri"
“Koalisi Kebangsaan Jangan Tergoda Jabatan di Eksekutif”
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Akbar Tandjung
Panitia Pengawas Pemilu
KPU
Pro SBY
Mega For President
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [5]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data