|
Nasional
Indonesia Ajak Libanon dan Ulama Qatar Sikapi Penyanderaan di Irak
Minggu, 03 Oktober 2004 | 22:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesia mengajak Libanon dan seorang ulama Qatar untuk membantu proses pembebasan dua warga negara Indonesia yang disandera kelompok bersenjata Irak. "Sabtu (2/10), KBRI di Doha, Qatar, sudah melakukan kontak dengan Yousuf Qharadowi. Beliau sebagai ulama terkenal dan berpengaruh di Qatar, diharapkan mau memberikan pernyataan kepada para penyandera agar kedua WNI dibebaskan," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri, Marty Natalegawa kepada Tempo lewat sambungan telepon, Minggu (3/10).
Langkah lain yang sudah dilakukan Indonesia, kata Marty, adalah tukar menukar informasi untuk memecahkan masalah, dan mengkoordinasikan sikap antara pemerintah Indonesia dan Libanon. Karena dua warga negara Libanon juga turut disandera oleh kelompok bersenjata itu. Dalam pertemuan Sabtu kemarin itu, pihak KBRI di Libanon bertemu dengan Direktur Politik Kementrian Luar Negeri Libanon Butros Asakir, dan Direktur urusan Negara-negara Arab Kementiran Luar Negeri Libanon Bassam Na'mani.
Sejauh ini, kata Marty, pemerintah Indonesia juga sudah menyebarkan foto rekaman para penyandera ke beberapa perwakilan Indonesia yang berdekatan dengan Irak dan negara tetangga lainnya. "Setidaknya ada TKI lain yang mengenal foto itu," kata Marty.
Soal tuntutan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir, Marty mengatakan, pihak Deplu sudah meminta KBRI di Doha mengkorfimasi dan melihat langsung tayangan Al-Jazeera yang berbasis di Doha. Memang, KBRI di Doha melihat tayangan itu, dan pembacaan tuntutan hanya lewat teks yang disuarakan. "Tidak terlihat penyandera membacakan tuntutan," kata Marty. Untuk itu, perlu dipastikan, apakah tuntutan itu benar. "Tapi tidak ada kesangsian jika tuntutan itu tidak benar," katanya.
Yandhrie Arvian - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|