Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Panglima TNI: Dewan Keamanan Nasional-Menkopolkan Tidak Tumpang Tindih
Minggu, 03 Oktober 2004 | 17:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Endriartono Sutarto,Minggu (3/10), menegaskan, Dewan Keamanan Nasional (DKN) tidak akan tumpang-tindih dengan tugas-tugas dalam wilayah Kementerian Koordinator bidang Politik dan Keamanan. Karena fungsi DKN yang akan dibentuk oleh calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono, itu bertujuan untuk memantau situasi sehari-hari.

"Intinya, ada suatu wadah yang bisa melakukan tindakan cepat jika terjadi situasi mendadak yang tidak bisa menunggu, yang jika tidak diambil tindakan segera, mengakibatkan kerugian terhadap bangsa ini," kata Panglima TNI. DKN diperlukan ketika presiden berhalangan, sementara ada suatu kondisi dimana harus segera diambil satu keputusan. Dicontohkannya, ada pesawat asing yang tidak diketahui, masuk wilayah Indonesia. Kondisi itulah kemudian akan dilaporkan kepada dewan untuk segera dilakukan tindakan. "DKN yang akan memutuskan apa yang harus dilakukan," katanya.

Fungsi Menkopolkam, kata Panglima TNI, lebih sebagai koordinator kegiatan dalam jangka waktu yang panjang, bukan untuk keadaan situasional seperti dicontohkannya tadi. "Saat ini, Menkopolkam merangkap kedua-duanya, karena ketiadaan dari Dewan Keamanan Nasional," katanya. DKN nantinya akan diketuai oleh Presiden, dan beranggotakan Menteri Pertahanan, Menteri Luar Negeri, Panglima TNI dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia. "Selain anggota tetap itu, dewan ini juga bisa merekrut orang baru sebagai anggota tidak tetap jika situasi memang membutuhkannya," kata Panglima TNI lagi.

Tito sianipar - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Panglima: TNI Tidak Minta Kewenangan Lebih
Mabes TNI Resmi Alihkan Peradilan Militer ke MA
Panglima TNI: Sistem Rudal Australia Bukan Ancaman
TNI Tindak Tegas Anggotanya yang Tidak Netral
Panglima TNI: TNI Harus Netral


Referensi

Profil Endriartono Sutarto

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data