Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Barat

Jenazah TKW Rusminiwati Tiba di Tanah Air
Sabtu, 02 Oktober 2004 | 17:43 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:Akhirnya jenasah TKW asal Mataram Rusminiwati, 29 tahun, yang meninggal bulan April lalu, dipulangkan dari Abha via Ryad Saudi Arabia. Diangkut pesawat Garuda dari Jakarta, tiba di Bandara Selaparang, Sabtu (2/10) sore. Selanjutnya, dibawa ke rumah orang tuanya, Hamdan, di Jalan Dewa Ruci Seganteng Pande Kelurahan Cakra Selatan Mataram.

Kedatangan jenasah Rusminiwati disambut histeris keluarga dan ribuan orang warga sekitar rumah Hamdan. Yanti, salah seorang adik almarhumah harus dipapah karena pingsan. Setelah tidak dapat dibuka di rumahnya, peti jenasah lalu dibawa ke Masjid Baiturrahim. Ratusan pria melakukan salat jenasah sebelum dibuka untuk dilihat dan kemudian dibawa ke kubur. "Ini sudah kehendak Allah," ujar Hamdan.

Sejak menerima pemberitahuan kematian anaknya bulan Juli lalu, Hamdan mengikat kepalanya menggunakan kain. Kain pengikat kepala tersebut baru dibuka Jum’at (1/10) petang setelah menerima pemberitahuan bahwa jenasah Rusminiwati akan tiba di Mataram Sabtu (2/10).

Rusminiwati anak ke-4 dari 10 bersaudara baru diketahui meninggal oleh Kepala Balai Pelayanan dan Penempatan TKI Nusa Tenggara Barat (NTB) Purnomo Rahardjo, bulan Juli lalu. "Kematiannya terlambat diketahui karena keberangkatannya pakai alamat daerah lain," ujarnya, Sabtu (2/10) pagi. Bukan menggunakan alamat asal di NTB.

Almarhumah diberangkatkan oleh PT Al Hijaz Indo Jaya di Jakarta sekitar September 2003 lalu bekerja sebagai pembantu rumah tangga keluarga Sayed Iwadah Said Syahrani di Abha yang berdekatan dengan Yaman- berjarak seperti Jakarta ke Surabaya. Menurut keterangan yang diterima, penyebab kematiannya karena sakit paru-paru. Selama menunggu pemulangannya, jenasahnya disimpan di RS Althif Alshri Alsyir.


Supriyantho Khafid - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gus Dur Dimintai Menjadi Mediator Pembebasan Sandera
Depnakertrans Selidiki Legalitas Dua Pekerja yang ditawan Di Irak
Purwanti Akan Banding
TKW Asal Malang yang Meninggal Bertambah
Ayah Purwanti Berharap Anaknya Dapat Keringanan
Migrant Care Desak Pemerintah Periksa PJTKI
Puluhan Massa Demo Tolak RUU Buruh Migran
Sidang Nirmala Bonat Digelar Kembali
Komnas Perempuan: Gunakan Jalur Diplomatik untuk Kasus Sundarti
Divonis Seumur Hidup, Keluarga Sundarti Legowo
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data