Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Baasyir Bantah Terlibat Penyanderaan WNI di Irak
Sabtu, 02 Oktober 2004 | 17:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) membantah dirinya terlibat dalam penyanderaan dua wanita aasal Indonesia di Irak.

"Saya tidak yakin itu pernyataan para mujahid (pejuang) di Irak," tegas Baasyir dalam pernyataan yang diterimaTempo melalui SMS, Sabtu (3/10). Pernyataan ini disampaikannya menanggapi berita yang dilansir situs milik stasiun televisi Al-Jazeera hari ini, bahwa kedua sandera akan dibebaskan bila Baasyir juga dibebaskan.

Rosidah binti Tohir Ahim dan Rafikah binti Nasim disandera oleh kelompok yang menamakan diri Tentara Islam di Irak. Mereka disandera bersama enam warga Irak dan dua warga Libanon. Sejak peristiwa itu terjadi, Kamis (30/9), belum diketahui nasib dan keberadaan kedua sandera itu.

Baasyir mencurigai, Amerika Serikat menjadi dalang dalam penyanderaan tersebut. Dia menilai, Amerika berusaha menyudutkan dan mengadu domba antar umat Islam di seluruh dunia. Dia tidak sepakat bila memang benar penyanderaan tersebut memang dilakukan kelompok gerilyawan Irak. "kecuali dua WNI tersebut mata-mata musuh," tegas dia.

Lebih lanjut dia menyerukan agar kedua sandera itu segera dibebaskan. Namun, kata dia, setelah dipastikan keduanya bukan merupakan mata-mata musuh.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa masih mencari konfirmasi mengenai kebenaran tuntutan tersebut. "Kita masih konfirmasi," kata dia saat dihubungi melalui telepon genggamnya secara terpisah. Dia juga belum bisa memastikan adanya warga Indonesia yang tergabung dalam kelompok penyandera terkait dengan tuntutan pembebasan Baasyir dan interogasi dengan menggunakan bahasa Indonesia akdyen Arab.

Kepala Bidang Konsuler Kedutaan Besar Indonesia di Doha, Qatar, Ghufron Afero mengatakan, pada Jumat (2/10) pukul 20:00 waktu setempat, melalui siara televisi Al-Jazeera secara langsung, Duta Besar Indonesia untuk Qata rAbdul Walid Maktub telah menyerukan agar kedua sandera segera dibebaskan. "Kedua WNI itu datang ke Irak semata-mata mencari nafkah, tidak ada maksud-maksud politik," tegas Abdul Walid sebagaimana dikutip Afero.

Menurut dia, Abdul Walid juga mengatakan, selama ini pemerintah dan rakyat Indonesia sangat mendukung perjuangan rakyat Irak. Afero sendiri membantah adanya warga Indonesia yang tergabung dalam kelompok penyandera.


Faisal - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ngruki: Sebaiknya Ba'asyir Dibebaskan agar WNI yang Disandera Selamat
Deplu Konfirmasi Isu Pertukaran Tawanan di Irak dengan Baasyir
Gus Dur Dimintai Menjadi Mediator Pembebasan Sandera
Dua Warga Indonesia Diculik di Irak
Tawanan Indonesia di Irak Diinterogasi Dalam Bahasa Indonesia
Berkas Abu Bakar Ba'asyir Dilimpahkan ke Pengadilan Pekan Depan
Sidang Ba'asyir Segera Digelar
Saksi: Artikel Time Tidak Menghina Ba'asyir
Ngruki Bantah Ba'asyir Ketahui Bom Kuningan
Pembela Ba'asyir Cabut Permohonan Praperadilan
> selengkapnya...


Referensi

Perjalanan Ali Gufron
Teror Bom di Indonesia (Beberapa di Luar Negeri) dari Waktu ke Waktu
Jejak Hambali
Jamaah Islamiyah
Abu Bakar Ba'asyir
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data