|
Nasional
Agung-Panigoro Berebut Ketua DPR
Jum'at, 01 Oktober 2004 | 10:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Politikus Agung Laksono dan Arifin Panigoro akan berebut kursi Ketua DPR dalam pemilihan yang dijadwalkan hari ini. Agung diusung Partai Golkar yang berharap mendapat dukungan Koalisi Kebangsaan, dan Panigoro diajukan sejumlah partai politik non-Koalisi.
Kendati demikian, nama-nama itu belum final. Hingga Kamis malam, partai-partai peserta Koalisi Kebangsaan, yang pada putaran kedua pemilihan presiden gagal memenangkan Megawati Soekarnoputri, belum mencapai sepakat.
Partai Persatuan Pembangunan menolak untuk mendukung Agung dan justru mengusulkan agar Ketua DPR berasal dari PDI Perjuangan. "Karena (calon dari PDI Perjuangan) cerminan Mega-Hasyim," kata Ketua Umum PPP Hamzah Haz sebelum rapat Koalisi Kebangsaan kemarin di Jakarta.
Rapat berlangsung di rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan. Hadir dalam pertemuan itu Sekjen PDIP Sutjipto, Wakil Sekjen Pramono Anung, dan Heri Akhmadi. Dari Golkar datang Ketua Umum Akbar Tandjung, Bendahara Setyo Novanto, dan Sekjen Budi Harsono.
PPP diwakili Hamzah dan Sekretaris Umum Yunus Yosfiah. Juga tampak hadir Ketua Umum PNI Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Damai Sejahtera Ruyandi Hutasoit. Sedangkan dari Partai Bintang Reformasi diwakili Bursah Zarnubi.
Menurut politikus PPP Arief Mudatsir Mandan, pada rapat itu ternyata Mega menolak usulan partainya agar PDIP mengajukan calon Ketua DPR. Akhirnya, kata dia, PPP memutuskan untuk mengajukan calon sendiri, yakni dirinya dan Endin A.J. Soefihara. "Dua nama itu yang mengerucut," kata Arief. Untuk keperluan ini, Partai Ka'bah melakukan lobi intensif tadi malam.
Keputusan Golkar mengajukan Agung diambil melalui voting pada rapat yang berakhir Kamis dini hari. Ia mengalahkan dua pesaingnya, yakni Mahadi Sinambela dan Budi Harsono. Pada rapat itu juga diputuskan untuk mencalonkan Theo L. Sambuaga sebagai pimpinan MPR. Theo dalam voting menyingkirkan Slamet Effendy Yusuf, Aulia Rahman, Marwah Daud Ibrahim, Rambe Kamarulzaman, dan Bomer Pasaribu.
Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan yakin Koalisi Kebangsaan bakal solid. Ia mengklaim akan memperoleh suara 324 anggota DPR dari Golkar, PDIP, PPP, PBR, dan PDS. "Saya meminta Koalisi Kebangsaan solid memberikan dukungan kepada Agung Laksono," kata dia.
Paket pencalonan Agung, menurut Akbar, akan diikuti perangkat wakil ketua DPR yang masing-masing dari PDIP, PPP, dan satu partai lain -- misalnya Partai Kebangkitan Bangsa yang intensif didekati Koalisi.
Sekjen PKB Muhaimin Iskandar membenarkan, partainya membangun komunikasi dan lobi politik dengan Koalisi. Dua nama sudah disiapkan untuk posisi wakil ketua, yakni Muhaimin dan Ali Masykur Musa. Adapun Wakil Sekjen PDIP Yacobus Mayong Padang menyatakan, partainya akan memunculkan Soetardjo Soerjogoeritno sebagai wakil ketua DPR dan Sutjipto sebagai calon pimpinan MPR.
Di tengah alotnya pembahasan di Koalisi Kebangsaan, pengusaha Arifin Panigoro yang menjadi anggota DPR dari PDIP justru terus maju dengan pencalonannya. Ia kemarin menggalang sejumlah pertemuan politik, termasuk dengan menemui Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid di gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Ia juga mengundang sejumlah politikus dari berbagai partai non-Koalisi di sebuah hotel.
Arifin memang berharap akan dicalonkan fraksi-fraksi non-Koalisi. Ia dikabarkan akan dicalonkan oleh Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera, serta Partai Amanat Nasional dan PPP. Seorang politikus yang dekat dengan Arifin berhitung, jika kelompok ini solid, mereka tinggal mencari 46 suara tambahan. Alasannya, selisih anggota DPR dari Koalisi dan non-Koalisi hanya 90 suara.
Untuk memuluskan pencalonannya, Arifin dikabarkan telah memerintahkan koleganya untuk mendekati Megawati. Intinya, kubu bos Medco itu berusaha meyakinkan Mega untuk keluar dari kesepakatan dengan Golkar. "Jika bersama Golkar, PDIP hanya mendapatkan wakil ketua," kata sumber itu. Namun, usaha ini pun gagal.
Wakil Sekjen PAN Mohammad Najib mengakui, partainya sempat membicarakan kemungkinan Arifin menjadi ketua. Sedangkan Sekjen PAN Hatta Radjasa menjadi wakil ketua. "Tapi belum ada kesepakatan resmi, karena justru ada yang mendorong agar Pak Hatta menjadi ketua," ujarnya.
Adapun PKS masih berhitung tentang untung-rugi jika mendukung Arifin. "Arifin sangat rentan, karena posisinya tidak jelas dicalonkan partai mana. Kami masih berhitung, ia bisa mengambil suara berapa (PDIP), dan sebaliknya justru mungkin mengambil suara kami," kata Untung Wahono, calon ketua Fraksi PKS.
Sedangkan Wakil Sekjen Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan, belum ada keputusan apa pun dari partainya menyangkut calon ketua DPR. Penentuan nama yang akan didukung, kata dia, baru akan diumumkan pada pagi ini.
Di tempat terpisah, calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku tidak memiliki preferensi tentang calon ketua DPR, baik figur maupun partainya. Ia hanya berharap, ketua DPR dipilih dengan memprioritaskan kepentingan negara di atas kepentingan golongan atau partai politik. "Saya siap bekerja sama," kata dia.
DPR periode 2004-2009 terdiri dari 128 orang dari Partai Golkar, 109 dari PDIP, 58 dari PPP, 56 dari Demokrat, 53 dari PAN, 52 PKB, dan 45 PKS. Berikutnya adalah PBR 13, PDS 12, PBB 11, Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan 4, dan sejumlah partai lain dengan suara 1 atau 2.
sapto/faisal/ecep/thontowi/cahyo/istiqomatul/jobpie
INDEKS BERITA LAINNYA :
|