|
Nasional
LSM Nilai Pemerintah Tidak Serius Tangani Kesehatan Warga Buyat
Rabu, 29 September 2004 | 23:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Siti Maimunah menyayangkan sikap pemerintah yang tidak serius dalam menangani masalah kesehatan warga Buyat. Sikap pemerintah tersebut terlihat dari kunjungan terakhirnya 15 hingga 17 September 2004 untuk memfasilitasi pertemuan PT Newmont dan masyarakat Buyat.
Hal ini dikatakan Maimunah pada konferensi pers di kantor Jatam Jl. Mampang Prapatan, Rabu (29/9). Menurut dia, ada tiga masalah yang timbul di Buyat sekarang. Pertama, masyarakat kehilangan mata pencaharian. "Kalaupun mereka mendapat ikan, tapi tidak bisa dijual karena telah diketahui pencemaran di Teluk Buyat," ujarnya. Kedua, ia mengkhawatirkan akan terjadi kelaparan dalam waktu yang panjang jika pemerintah tidak melakukan sesuatu. Ketiga, masalah kesehatan masyarakat tidak ditangani serius oleh pemerintah.
"Padahal pernyataan pemerintah sebelumnya meminta masyarakat untuk tidak datang ke Jakarta, karena akan ada pelayanan kesehatan di sana," ujarnya. Tapi yang terjadi, katanya, pos kesehatan yang ada tidak memberi pelayanan yang cukup. Ini bisa dilihat dari dokter yang datang siang hari, dan pulang tengah hari. "Padahal masyarakat bisa sewaktu-waktu sakit ataupun pingsan," tuturnya. Ambulans pun tidak 24 jam ada di sana. Selain itu juga obat-obatan tidak lengkap tersedia. Dengan dasar inilah Maimunah mengatakan pemerintah tidak serius menangani kesehatan masyarakat.
Hal senada diungkapkan Erwin Usman dari Divisi Pengorganisasian Rakyat Walhi. Ia mengatakan, dari kunjungannya di Buyat Pante, Kampung dan Ratatotok di sekitar lokasi tambang, dokter datang pukul 10.30 Wita dan pulang pukul 13.00 Wita. "Padahal mayoritas periode orang yang sakit biasanya pukul 14.00 hingga 10 malam," ujarnya. Jenis penyakit dikatakannya bervariasi, mulai dari pingsan, muntah, dan sebagainya.
Selain itu, katanya, fasilitas kesehatannya buruk sekali karena pos kesehatan menggunakan rumah warga. Dokter pun mendiagnosa penyakit yang ada sebagai malnutrisi ataupun gatal-gatal biasa, lalu memberikan obat generik. Erwin menjelaskan, ambulans yang dipergunakan untuk mengantar pasien ke Puskesmas Ratatotok kondisinya juga buruk. Kalaupun dirujuk ke Rumah Sakit Maralaya di Manado, katanya, para pasien menggunakan fasilitas Gakin (Kartu Keluarga Miskin) dengan bangsal umum yang parah.
Karena, menurut dia, masyarakat saat ini bingung harus mempercayai pernyataan dari LSM, Menteri Kesehatan, Menteri Pertambangan, Newmont atau Universitas Sam Ratulangi. Ia menuturkan, seharusnya Megawati harus memberikan keterangan dalam minggu ini, terutama karena telah ditemui oleh Ralph L Boyce. "Tentang bagaimana sikap pemerintah bagaimana terhadap kasus ini," tegasnya.
RR Ariyani - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|