Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Polri Sebar Foto Perekrut Pengebom Bunuh Diri
Selasa, 28 September 2004 | 17:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian RI menyebarkan foto terbaru Rois alias Iwan Darmawan alias Hendi alias Agaf, tersangka peledakan bom di Kuningan. Rois berperan sebagai perekrut kelompok Azahari dan Noordin M. Top untuk melakukan bom bunuh diri.

Menurut Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Pol. Suyitno Landung, Rois merekrut lebih dari 10 orang di Jawa Barat untuk dilatih di Cisolok, Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Latihan ditempat itu antara lain menembak, merakit batang, masuk ke gua dan lorong. "Nanti kita tanyakan kalau sudah ditangkap," tepis Suyitno, saat jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (28/9).

Seperti diberitakan, polisi telah menangkap IB, IZ, IG, dan IR, yang mengaku telah dilatih Rois. Ketiganya mengaku telah siap bunuh diri.

Suyitno menjelaskan foto terbaru Rois berdasarkan pemeriksaan dari tersangka yang ditangkap, baik yang pernah bertemu sebelum dan setelah ledakan di depan Kedubes Australia Kamis (9/9) lalu. Polisi menduga, Rois masih bersama-sama dengan Azahari dan Noordin M. Top. Tempat tinggalnya selalu berpindah-pindah.

Juru Bicara Mabes Polri Irjen Pol Paiman, yang mendampingi Suyitno saat jumpa pers itu menyebutkan ciri-ciri terakhir Rois. Tinggi badan 165 cm, badan tegap dan berisi, kulit putih, logat bicara sunda, ada bekas luka akibat ledakan, khususnya di alis mata dan pelipis sebelah kiri. "Ini foto terakhir dari penyidikan," kata Paiman seraya memperlihatkan foto Rois.

Paiman mengatakan, Rois adalah tersangka yang dicari selama ini. Keterlibatannya mulai dari peledakan bom didepan Paddy's Cafe Bali. Ia juga terlibat peledakan bom di Hotel JW Marriott.

Suyitno meminta masyarakat turut memberikan informasi atas keberadaan Rois serta tersangka lainnya. Apalagi, pihaknya juga memberikan hadiah total Rp 6 miliar. Khusus untuk Rois Rp 500 juta. Total tersangka masih lima orang. Dua diantaranya ditahan, yakni AAH dan IR. Tiga lainnya AF, DN, dan UB.

Martha Warta - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tangan Kanan Hambali Tertangkap
15 Warga Kebonpedes Menghilang
Lima terdakwa Bom Cimanggis Disidangkan
Istri Irun Hidayat Bantah Suaminya Terkait Tersangka Bom Kuningan
Muktamar NU Akan Membahas Hukum Bom Bunuh Diri
Polisi Periksa Istri Noordin
Polisi Selidiki Perusahaan Ekspedisi yang Fasilitasi Pengangkutan Bom
Tersangka Bom Kuningan Sudah Lima Orang
Polisi Segera Buktikan Pelaku Bom Kuningan
Pihak Australia Tak Buka Hasil Investigasi Bom Kuningan
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data