Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Desentralisasi, Langkah Kongkret Pembangunan Kesehatan
Selasa, 28 September 2004 | 14:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Menteri Kesehatan Farid Anfasa Moeloek mengatakan, langkah kongkret yang harus dilakukan untuk mewujudkan pembangunan kesehatan dan pendidian melalui desentralisasi. Hal ini disampaikan Farid dalam dialog terbatas bertajuk hak-hak pendidikan dan kesehatan yang diselenggarakan oleh LP3ES, di Jakarta, Selasa (28/9).

Farid mengatakan, desentralisasi dalam bidang kesehatan harus berdasar pemikiran untuk melanggengkan kerjasama lintas sektor untuk mewujudkan sistem pelayanan kesehatan keluarga yang berkelanjutan. Dengan adanya sistem yang terdesentralisasi tersebut, kota dan kabupaten akan leluasa dalam menciptakan subsistem pelayanan, pembiayaan asuransi kesehatan sosial dan pendidikan. Inti dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (human development indeks) dalam menuju milenium development gold.

Farid menilai, kesulitan utama dalam pembangunan kesehatan karena bidang kesehatan belum pernah menjadi isu utama politik. Hal ini dinilainya sangat ironis. Sebab, berdasarkan deklarasi universal hak asasi manusia PBB 10 Desember 1948, terdapat lima hak asasi manusia. Hak itu adalah hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya. "Sedangkan, di Indonesia yang baru didengungkan oleh komnas HAM baru meliputi hak asasi sipil dan politik," ujarnya.

Ia mengatakan, perubahan paradigma telah dilakukan saat dirinya menjabat menteri kesehatan pada tahun 1999. Pembangunan berwawasan kesehatan dimulai dari paradigma yang berwujud tatanan lima pilar hidup sehat, yaitu: gizi sehat, perilaku sehat, lingkungan bersih dan sehat, olahraga, serta pengobatan. "Tapi mengubah paradigma sakit menjadi sehat itu berarti mengubah pemikiran dari banyak pihak membutuhkan waktu yang lama," ujar Farid. Tapi ia tetap optimis dengan model-model desentralisasi efektif dalam mewujudkan Indonesia sehat 2010.

RR Ariyani - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polda Belum Terima Hasil Labkrim Kasus Buyat
Tiga Rumah Sakit Dilaporkan Ke Departemen Kesehatan
Orang Tua Fellina Adukan RSCM ke Polda Metro Jaya
Kuburan Korban Buyat akan Dibongkar
Program Radio Antikemiskinan dan Kelaparan Diluncurkan
Tersangka Newmont Batal Diperiksa
Richard Ness Bantah Telah Membohongi Publik
LBH Kesehatan Melaporkan Richard B Ness ke Mabes Polri
DS Tersangka Kasus Buyat
Wabah Diare Serang Kabupaten Tangerang
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
PP RI No.32 Thn.1996 Tentang Tenaga Kesehatan
> selengkapnya...

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data