Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Diminta Tuntaskan Darurat Sipil di Aceh
Senin, 27 September 2004 | 19:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah diminta menyelesaikan status darurat sipil daerah Aceh. Setelah itu, Aceh dikembalikan menjadi daerah normal seperti daerah lainnya di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan anggota Tim Pemantau Aceh DPR RI, Mawardi Abdullah hari ini (27/9) di Gedung DPR RI Jakarta.

Mawardi yang menjadi Ketua Fraksi Partai Bulan Bintang mengatakan, jika darurat sipil tidak dituntaskan, kondisi Aceh tidak pernah normal. Darurat sipil diberlakukan sejak Juni lalu dan akan berakhir dua bulan lagi. Selama pelaksanaan darurat sipil, lanjut Mawardi yang juga menjadi anggota Komisi V DPR, kondisi di Aceh cukup kondusif dibandingkan sebelumnya.

Dengan diselesaikannya darurat sipil oleh pemerintahan baru dan Aceh dikembalikan menjadi daerah dengan status normal, semua sektor kehidupan dimungkinkan akan berjalan lebih baik walaupun masih ada sedikit gangguan keamanan. "Semuanya (sektor-sektor kehidupan) akan berjalan secara simultan, baik di bidang hukum, ekonomi, pendidikan sampai keamanan," ujarnya berharap.

Mawardi juga optimis, kondisi Aceh pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono akan lebih baik, karena di era pemerintahan baru program pemulihan Aceh langsung berasal dari Presiden. Begitu juga dengan pemberian anggaran untuk pelaksanaan pembangunan, tidak lagi melalui birokrasi panjang.

Mawardi memaparkan, selama empat bulan pelaksanaan darurat sipil, suasana di Aceh 98 persen cukup signifikan (baik). Dia menyebutkan, secara umum situasi di beberapa kota di Aceh juga baik. Hanya di daerah-daerah terpencil saja yang keamanannya masih belum memungkinkan.

Selain meminta pemerintah yang akan datang menormalisasikan daerah Aceh, dia juga meminta pemerintah menyerahkan pengamanan Aceh ke pihak organik, yaitu Kodim dan Polda setempat. "Jangan merekayasa darurat sipil Aceh. Kalau situasinya sudah normal, kembalikan saja ke status normal dengan tetap melihat situasi di lapangan," tandasnya.

Mawardi yang akan menyelesaikan tugasnya sebagai anggota DPR pada Oktober nanti, juga meminta semua pihak tidak melakukan pemekaran terhadap Aceh. "Aceh jangan dibagi-bagi lagi menjadi beberapa daerah (provinsi). Kalau sudah pecah (dibagi), akan sulit menerapkan syariat Islam, juga pemerataan hasil industri dan pendapatan," katanya sambil menegaskan pemerintah yang akan datang harus memprioritaskan pembangunan di bidang ekonomi.

Sunariah - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

SBY Diminta Segera Selesaikan Konflik Aceh
Prajurit TNI yang Tewaskan Ishak Daud Naik Pangkat
Pemerintah Pertimbangkan Lanjutkan Darurat Sipil Di Aceh
Panglima Muda GAM Wilayah Pasee Tewas
Dua Personil TNI Tewas Ditembak GAM Saat Patroli Pengamanan Pilpres II
Istri Panglima GAM Muzakkir Manaf Ditangkap
Jenazah Ishak Daud Dimakamkan
Puteh Sesalkan Sikap Panglima TNI
Ishak Daud Diisukan Tertembak
DPRD Aceh Diminta Memanggil Abdullah Puteh
> selengkapnya...


Referensi

Operasi Militer di Aceh
Empat Tahap Resolusi Konflik
Komisi Kebenaran $ Rekonsiliasi
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
Keppres RI No. 2 Tahun 2004 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh Lhokseumawe
UU RI No. 18 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai Propinsi NAD
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data