|
Nasional
DPP PDIP Tegaskan Tak Akan Gelar KLB
Senin, 27 September 2004 | 18:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: DPP PDI Perjuangan menegaskan tidak akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) hingga dilaksanakannya kongres partai April 2005 mendatang. Menurut Wakil Sekjen PDIP Yakobus Mayongpadang, pelaksanaan Kongres Luar Biasa tetap harus menempuh prosedur yang telah disepakati. "Dari segi prosedur dan waktu, tidak memungkinkan partai menggelar Kongres Luar Biasa," kata Yakobus dalam jumpa pers di kantor DPP PDIP Lenteng Agung Jakarta, Senin (27/9).
Menurut Yakobus, pelaksanaan KLB bisa digelar jika ada permintaan resmi dari DPP. Itupun harus disetujui oleh dua pertiga dari jumlah cabang. Pelaksanaan kongres juga baru bisa dilaksanakan jika ada permintaan dari cabang sendiri. Jumlah permintaannya sama, yakni dua pertiga cabang dari seluruh DPD. "Tapi, hingga hari ini tidak ada permintaan dari satu cabang pun yang menginginkan digelarnya KLB," kata dia. Menurut Yakobus, hal yang sama juga terjadi di kalangan DPP, di mana tidak pernah ada pemikiran yang berkembang untuk menggelar KLB.
Dari sisi waktu, Yakobus menjelaskan, PDIP akan menggelar kongres dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, yakni sekitar Maret atau April 2005 mendatang. Sehingga, dalam waktu singkat KLB tidak akan digelar. "Artinya, kongres akan digelar melalui mekanisme rutin," kata Yakobus. Karena belum ada permintaan resmi untuk menggelar KLB, Yakobus menyatakan, hingga kini pihak DPP belum membahas secara resmi desakan memecat Sutjipto, Pramono Anung, dan Gunawan Wirosardjono dari kepengurusan DPP PDIP.
Sebab itu, atas nama DPP PDIP, ia meminta pada seluruh kader partai tetap tenang dan mengerjakan pekerjaan rutin masing-masing. Ia memastikan, dalam waktu dekat ini, DPP tidak akan melakukan reshufle kepengurusan. Menurut Yakobus, dalam sisa waktu ini, PDIP lebih baik melakukan konsolidasi menjelang kongres April mendatang.
Sebelumnya, Sukowaluyo Mintohardjo, tokoh PDIP yang berseberangan dengan Sekjen PDIP Sutjipto mengatakan, KLB dapat sesegera mungkin digelar, meskipun dalam AD/ART partai KLB baru dapat digelar bila 2/3 cabang memintanya atau seluruh anggota DPP menyetujuinya. "Itu kan syarat formal, syarat substansialnya sekarang telah mengharuskan kongres digelar," kata Sukowaluyo. Syarat substansial itu, kata Suko, adalah sense of crisis. Kekalahan PDIP yang bertubi-tubi, lanjut Suko, menimbulkan suasana krisis di tubuh partai sehingga terjadi demoralisasi.
Terkait dengan manuver yang dilakukan Kwik Kian Gie, menurut Yakobus, sejauh ini pihak DPP belum melakukan klarifikasi. Yakobus menilai, apa yang dilakukan Kwik baru sebatas membuka wacana demi memperbaiki masa depan PDIP. Yakobus menambahkan, apa yang dilakukan Kwik hanya memberikan masukan bagi DPP sebagai bahan kongres.
Menurut Yakobus, kubu PDIP berencana akan menggelar rapat kerja nasional di Bali, besok Selasa. Dalam Rakernas itu, kekalahan yang didera pasangan Megawati-Hasyim akan dievaluasi. Selain itu, Rakernas juga akan membahas sanksi terhadap kader yang tidak tunduk pada putusan resmi partai, yakni mendukung pasangan Mega-Hasyim.
Yandhrie Arvian - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|