|
Nasional
Kader DPP PDIP Anti Soetjipto Mulai Berorasi
Senin, 27 September 2004 | 13:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Puluhan kader PDI Perjuangan yang tergabung dalam Aliansi Arus Bawah Untuk Penyelamatan Partai mulai melakukan orasi di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung Jakarta Selatan, Senin (27/9).
Dalam orasinya, mereka kembali menuntut agar partai segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dan mendesak agar elit-elit partai seperti Soetjipto, Pramono Anung, dan Gunawan Wirosardjono mundur dari jabatannya.
Yanuar Danni, salah seorang kader Pembantuan Anak Cabang (PAC) PDIP Gunung Jati Semarang mengatakan, pelaksaan KLB untuk mengganti elit-elit partai adalah suatu yang mendesak. Ia menilai, tubuh PDIP saat ini hanya diisi oleh elit-elit partai yang mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan. "Itulah yang menyebabkan Megawati gagal dalam pemilu karena partai sudah diisi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," katanya.
Yanuar mengatakan pelaksanan KLB merupakan salah satu cara membenahi partai yang sudah diisi oleh kader-kader busuk. Ia juga menyerukan agar partai harus mampu merebut kembali simpati rakyat di kemudian hari. "Yang harus dibangun adalah roh kebersamaan dan perjuangan, bukan roh untuk menggerogoti uang rakyat," katanya.
Hendri Purnomo, salah seorang pimpinan DPC PDIP Jakarta Selatan mengatakan, aksi yang mereka lakukan di depan kantor DPP PDIP hanyalah untuk menyampaikan aspirasi arus bawah partai. Menurut Hendri, mereka hanya meminta Soetjipto, Pramono Anung, dan Gunawan Wirosardjono mundur dari kepengurusan partai. "Tidak ada niat bagi kami untuk menduduki DPP," katanya.
Orasi yang dilakukan oleh para kader yang kecewa itu sempat memacetkan arus lalu lintas di jalan Lenteng Agung. Aksi itu juga dibarengi dengan membentangkan spanduk sepanjang 25 meter. Dalam spanduk itu tertulis beberapa kalimat seperti "Bersihkan PDIP dari kader-kader busuk", "Keluarkan, Pecat Sutjipto, Pramono dan Gunawan yang telah melakukan pembusukan di tubuh partai", dan "Oknum orba telah menggerogoti pundi-pundi demokrasi dan PDIP".
Sementara para kader yang kecewa melakukan orasinya, tampak ratusan satgas PDIP tetap berjaga -jaga di dalam gedung DPP.
Yandhrie Arvian - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|