Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Laksamana Bantah Kabur ke Luar Negeri
Minggu, 26 September 2004 | 20:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi membantah dirinya kabur ke luar negeri. Laksamana mengaku, dirinya memang pergi ke Australia, tapi itu untuk kepentingan keluarga.

Hal itu dikatakannya, Minggu (26/9), kepada wartawan di Gedung DPR RI sebelum menghadiri acara rapat paripurna DPRD. “Saya dianggap kabur, itu adalah fitnah yang sangat keji,” katanya.

Laksamana menjelaskan, kepergiannya ke luar negeri adalah untuk kepentingan keluarga yang sudah lama tertunda. Menurut Laksamana, kepergiannya itu di samping karena pemilihan presiden telah selesai, juga ada acara pernikahan salah satu keluarganya di Australia.

Menanggapi isu-isu yang berkembang bahwa dirinya, Laksamana meminta kepada wartawan dan masyrakat umum agar lebih profesional dalam menanggapai isu. “Saudara sekalian harus profesional,” ujarnya.

Laksamana mengaku bahwa belum mengetahui isi laporan sejumlah LSM ke Kejaksaan Agung yang menyudutkan dirinya. “Apa yang dilaporkan,” katanya menanggapi tuduhan berbagai LSM kepadanya. Ia juga mengaku tidak tahu motivasi apa sehingga banyak LSM yang memojokkan dirinya.

Hal ini sudah dibicarakannya dengan Megawati Soekarnoputri dan jajaran elit PDI Perjuangan. Laks juga menolak adanya sekelompok orang yang mengatasnamakan ikatan alumni ITB yang menuntut dirinya agar dicekal. “Saya Ketua Alumni ITB, saya sudah cek kepada teman-teman ternyata tidak ada alumni ITB yang melaporkan,” katanya.

Mengenai tuduhan bahwa dirinya banyak merugikan negara, Laksamana dengan tegas membantahnya. “Di mana saya merugikan,” katanya. Menurutnya, untuk merumuskan kebijakan ada institusi, ada pemerintah, ada DPR dan ada payung institusinya.

Laksamana sedang mengkaji pemberitaan sejumlah media yang dengan sengaja menyudutkan dirinya. Dia mengaku sudah meminta kepada beberapa pengacara dan meminta untuk melihat berita yang hanya isapan jempol. “Kita lihat, berita itu dikategorikan seperti apa,” katanya. Dia mengaku, banyak pengacara yang menawarkan kepada dirinya untuk memberikan bantuan.

Laksamana berharap, agar tidak ada media yang hanya digunakan untuk memojokkan atau menyudutkan sekelompok orang.

Erwin Daryanto - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [7]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data