Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

SBY Diminta Tidak Banyak Mengubah Susunan Kabinet
Minggu, 26 September 2004 | 15:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Komisi I DPR, Djoko Susilo, meminta kepada Susilo Bambang Yudhoyono agar tidak banyak mengubah susunan kabinet yang sudah ada. “Jangan sampai presiden baru punya hobi mengubah-ubah kabinet,“ katanya di sela-sela rapat Komisi A sidang MPR, Minggu (26/9), di gedung DPR/MPR Jakarta.

Hal ini terkait dengan pemberitaan bahwa tim SBY, Yusril Ihza Mahendra, sedang mengotak-atik kabinet dengan niat membentuk menteri koordinator kehakiman dan HAM. “Saya kira ini mengada-ada dan menambah birokrasi baru,“ katanya.

Ia mangatakan, adanya menteri baru bukan hanya sekedar menambah nama dan birokrasi, juga perlu dipertanyakan kinerjanya. Untuk menteri baru, mereka butuh lima hingga enam bulan untuk menata organisasi internal. “Lalu kerjanya apa,“ katanya.

Berkaitan dengan rencanan membentuk Dewan Keamanan Nasional, Djoko menekankan pentingnya rincian kerja dari lembaga baru tersebut, mengingat sudah ada lembaga-lembaga sejenis, seperti Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas). “Biaya operasional Wantanas dan Lemhanas itu saja Rp 20-25 miliar,“ katanya.

Ia menegaskan bahwa kabinet baru tidak terikat dengan RUU Kementrian Negara karena RUU itu tidak mungkin selesai 5 Oktober nanti. “Prediksinya tahun depan, tapi saya tidak terlalu berharap,“ katanya. Sehingga SBY masih bebas untuk tidak menggunakan acuan atersebut.

Namun, katanya, SBY harus punya kebijaksanaan untuk melihat aspirasi yang berkembang sehingga apa yang telah disusun dalan RUU tersebut bisa jadi acuan. “Itulah aspirasi yang berkembang di DPR,“ katanya.

Djoko mengungkapkan, jumlah kabinet dalam RUU kurang dari 30 dengan rincian tiga menko, 20 menteri portofolio, dan sisanya menteri nonportofolio. “Akan ada pembengkakan 5-6 menteri baru dalam kabinet SBY,“ katanya.

Menurutnya, menteri baru tersebut seperti menpora, pemecahan deperindag menjadi departemen perdagangan dan departemen perindustrian, serta depeartemen kebudayaan dan departemen telematika.

Badriah - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Megawati Berterima Kasih kepada Para Kiai
Sukowaluyo Siap Duduki Jajaran Eksekutif PDIP
Tidak Taat soal Caleg, DPW PKB DIY Dibekukan
Yudhoyono Pilih Tinggal di Istana
SBY-MJK Diminta Berani Gunakan Mazhab Ekonomi Baru
Sidang Majelis Diupayakan Selesai Minggu Malam
Daerah Desak PPP Keluar dari Koalisi Kebangsaan
Pembahasan Tatib MPR Belum Selesai
Politikus Lama PDIP Akan Menduduki Kantor DPP Lenteng Agung
Soetjipto: Kwik Tidak Patuh Aturan
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [7]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data