|
Nasional
UIN Jakarta Beri Anugerah Doktor kepada Tokoh Budha
Sabtu, 25 September 2004 | 20:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta memberi anugerah gelar Doktor Kehormtan (Doktor Honoris Causa) dalam Bidang Agama dan Perdamaian kepada Master Chin Kung Hon, seorang tokoh Budha Dharma. Acara penganugerahan dilaksanakan Sabtu (25/9), di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta oleh Rektor UIN Azyumardi Azra.
Menurut Azyumardi, Master Chin Kung layak menerima penghargaan tersebut karena kegigihannya dalam memperjuangkan perdamaian, toleransi beragama, dan penyelesaian konflik. Master Chin, jelas azyumardi, telah senantiasa menekankan pentingnya pendidikan agama di sekolah-sekolah. "Nilai-nilai yang dibawa Master Chin sama dengan nilai universal Islam," ujarnya.
Azyumardi menjelaskan, pengenugerahan gelar Doktor kepada tokoh Budhis berkewarganegaraan Australia tersebut merupakan penganugerahan pertama kali yang diberikan Kampus UIN kepada tokoh non Muslim. "Tidak jadi masalah bahwa ia menyembah Budha. Penganugerahan ini menunjukkan bahwa UIN berpegang pada nilai-nilai inklusifisme dan universalitas," kata dia.
Dalam sambutan tertulisnya, Master Chin Kung menekankan bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar bagi tercapainya peynelesaian konflik-konflik yang terjadi. “Pendidikan memiliki empat unsur penting yang keempatnya sebenarnya merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisah ujar Master. Empat unsur pendidikan tersebut, jelasnya, adalah pendidikan keluarga, pendidikan sekolah, pendidikan sosial masyarakat, dan pendidikan agama.
Penghargaan gelar Doktor Honoris Causa kepada Master Chun Kung tersebut diberikan atas usul dari beberapa tokoh agama dan plurarisme Indonesia, di antaranya Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Komarudin Hidayat.
Gus Dur yang dalam kesempatan itu hadir mewakili para promotor menyatakan rasa hormat dan salutnya kepada Master Chun atas pengabdiannya selama 50 tahun memperjuangkan perdamaian. "Tindakan-tindakan perdamaian ternyata berguna juga menyelesaikan sesuatu yang paling penting, yaitu menyelesaikan konflik," tutur Gus Dur.
Rina Rachmawati - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|