|
Nasional
Ginandjar: Pemilihan Ketua DPD Tidak Mempertimbangkan Pengalaman
Sabtu, 25 September 2004 | 15:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ginandjar Kartasasmita, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Jawa Barat menegaskan, pemilihan ketua DPD pada 1 Oktober nanti tidak terkait pertimbangan pengalaman di eksekutif maupun di legislatif. "Siapa saja berhak untuk jadi ketua karena sudah melalui kualifikasi paling mendasar dipilih langsung oleh rakyat," ujar dia usai penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi atas laporan Lembaga-Lembaga Tinggi Negara, Sabtu (25/9), di ruang rapat paripurna DPR/MPR RI.
Namun, katanya, ia tidak menampik adanya unsur ketokohan yang menjadi pertimbangan anggota-anggota DPD lainnya dalam proses pemilihan nanti. "Terserah beliau-beliaulah yang dipercaya untuk memimpin," katanya. Namun ia tidak menyetujui jika dalam pemilihan ketua DPD itu harus ada pembatasan-pembatasan Islam-nonIslam, wanita-pria, tua-muda. "Dasarnya ketokohan saja," katanya.
Ia membantah kemungkinan adanya pertimbangan asal usul partai politik dalam pemilihan Ketua DPD nantinya. Begitu juga adanya kemungkinan hubungan dengan agama, gender dan etnis. "itu yang kita hindari," ujar dia. Ia mengatakan justru DPD ingin menghindari perpecahan berdasarkan sekat sekat tersebut.
Ia mengungkapkan, sebaiknya pimpinan DPD menggunakan sistem pemilihan keterwakilan wilayah, yaitu barat terdiri dari 10 provinsi (Sumatera), tengah 11 propinsi (Jawa, Bali dan Kalimantan), dan timur 11 propinsi (Sulawesi, Irian Jaya, Nusa Tenggara). Ia menambahkan, bila ketua terpilih dari wilayah barat maka wakil ketua dari wilayah tengah dan timur.
Badriah - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|