Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Yudhoyono Berharap Proses Rekonsiliasi Segera Terwujud
Jum'at, 24 September 2004 | 23:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap proses rekonsiliasi dapat segera terwujud. Menurutnya, posisi saling berhadapan dan bersaing selama 8 bulan proses pemilu harus segera disudahi dengan proses rekonsiliasi. "Hal itu dimaksudkan agar setelah tanggal 20 Oktober masing-masing pihak bisa saling bersatu dan bersama-sama mengemban tugas ke depan," kata Yudhoyono usai ramah tamah dengan wartawan di kediamannya, Puri Cikeas Indah, Jasa Nagrak Gunung Putri, Jum’at (24/9) malam.

Menurut Yudhoyono, proses rekonsiliasi itu bisa diawali dari para elite politik yang selama ini saling bersaing dalam proses pemilu. Setelah itu, proses rekonsiliasi itu bisa diturunkan melalui masing-masing massa elite politik. "Jadi tidak perlu harus menunggu pelantikan tanggal 20 Oktober, sebab kompetisi sudah usai," kata Yudhoyono.

Ia berpendapat, setelah keputusan final KPU tentang perolehan suara diumumkan, masing-masing pihak yang selama ini berkompetisi sudah harus saling berkomunikasi. Menurutnya, itu semua dimaksudkan agar tidak ada jarak lagi.

Terkait dengan adanya rencana oposisi dari Koalisi Kebangsaan, Yudhoyono menilai hal itu sah-sah saja asalkan dalam batas-batas tertentu. "Sepanjang tujuannya untuk mengontrol kebijakan pemerintah dan tidak melanggar konstitusi, itu sah-sah saja dan sangat dibutuhkan dalam sebuah demokrasi yang sehat," katanya. Tapi kalau tujuan awalnya hanya untuk membuat pemerintah jatuh, Yudhoyono menilai itu tidak sehat.

Yudhoyono juga mengatakan setelah KPU resmi mengumumkan hasil perolehan suara, sata itu pula sudah harus dimulai proses transisi antara pemerintahan yang berakhir dengan pemerintahan yang baru. Yudhoyono menilai, sudah bukan saatnya lagi pemerintahan yang akan berakhir masa baktinya mengambil sebuah kebijakan yang akan berlanjut. "Hal itu agar tidak ada masalah dikemudian hari," katanya.

Yandhrie Arvian - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Fungsionaris PDIP Minta Koalisi Kebangsaan Dibubarkan
Mega Diminta Tidak Membuat Kebijakan Strategis
Akbar Tandjung: Ketua DPR Jatah Partai Golkar
Soetjipto: Kwik Tidak Patuh Aturan
PDIP Tidak Akan Gelar Kongres Luar Biasa
Roy B. Janis: Koalisi Kebangsaan Sebaiknya Dibubarkan
Amien Rais: Koalisi Kebangsaan Tak Mudah Kuasai Parlemen
Pemilu di TPS 3 Desa Donorejo, Demak, Diulang
Hasyim Segera Gelar Rekonsiliasi NU
Megawati Belum Mengaku Kalah
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu Presiden Putaran Kedua
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum Presiden
> selengkapnya...

Website

Panitia Pengawas Pemilu
KPU
Pro SBY
Mega For President
Megawati-Hasyim Muzadi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data