|
Nasional
PDIP Tidak Akan Gelar Kongres Luar Biasa
Kamis, 23 September 2004 | 18:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PDI Perjuangan tidak akan memenuhi tuntutan beberapa kalangan di tubuh partai untuk menggelar Kongres Luar Biasa. Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Pramono Anung mengatakan, sesuai dengan keputusan rapat harian pimpinan pusat partai, kongres tetap akan diadakan sesuai jadual, yaitu pada April 2005. "Sudah diputuskan, tidak perlu kongres dimajukan," kata Pramono pada wartawan usai mengikuti Sidang Tahunan MPR di gedung DPR/MPR RI Jakarta, Kamis (23/9).
Desakan diadakannya Kongres Luar Biasa mulai muncul seiring dengan kekalahan pasangan Megawati - Hasyim dalam pemilihan presiden. Wakil Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan PDIP Sukowaluyo Mintohardjo menilai kekalahan ini merupakan bukti kegagalan kepemimpinan partai saat ini. Oleh karena itu, dia mendesak segera digelar Kongres Luar Biasa untuk mengevaluasi kinerja pimpinan partai.
Menanggapi tuntutan pertanggungjawaban pimpinan partai, Pramono mengatakan, hingga saat ini belum ada usulan resmi untuk meminta pertanggungjawaban pengurus partai. Sesuai prosedur partai, yang berhak meminta pertanggungjawaban pimpinan melalui Kongres Luar Biasa adalah pengurus cabang. "Sampai saat ini, tidak ada satu cabang pun yang meminta," katanya.
Selain dari Sukowaluyo, tuntutan pertanggungjawaban juga dilontarkan Ketua PDIP Kwik Kian Gie. Semalam, bersama beberapa pengurus lama PDIP seperti Sabam Sirait dan Alex Litaay, Kwik berkumpul di kediaman Megawati. Menurut Kwik, pertemuan itu dilakukan untuk mengupayakan penyingkiran gang of three, salah satunya Pramono Anung. Mereka dituding sebagai penyebab kekalahan Mega - Hasyim.
Sapto Pradityo - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|