Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden: Subsidi BBM dan Listrik Harus Diturunkan
Kamis, 23 September 2004 | 13:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Megawati Soekarnoputri meminta subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik diturunkan drastis. "Karena subsidi ini lebih banyak menguntungkan lapisan yang berpunya," katanya ketika menyampaikan pidato di depan anggota DPR dan MPR dalam sidang umum di Gedung MPR/DPR Jakarta, Kamis (23/9).

Menurut Megawati, subsidi minyak dan listrik lebih baik dialihkan ke dalam bentuk subsidi yang lebih tepat sasaran yaitu subsidi bagi kelompok masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah. Ditambahkan, subsidi bahan bakar minyak merupakan subsidi yang paling besar, karena itu memberatkan anggaran negara.

Sebab itu, selama tiga tahun pemerintahannya kebijakan subsidi telah dikurangi. Pada 2001, subsidi BBM sebesar 4,7 persen dari produk domestik bruto turun menjadi 1,9 persen pada 2002 dan 1,7 persen dari PDB pada 2003. Tahun ini rasio subsidi BBM ditargetkan sebesar 0,7 persen. "Namun melihat kecenderungan peningkatan harga minyak akhir-akhir ini subsidi BBM tahun ini diperkirakan akan meningkat cukup signifikan jika pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga jual," katanya. Mega menambahkan, menaikan harga jual BBM tidak untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Sama halnya dengan BBM, kata Megawati, subsidi listrik juga secara nominal maupun rasionya selama periode 2002-2004 telah diturunkan. Pada 2002, subsidi listrik yang disalurkan melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih sebesar Rp 4,1 triliun, pada 2004 menjadi Rp 3,4 triliun. Menurut Megawati penurunan ini terutama disebabkan adanya kebijakan penyesuaian tarif dasar listrik, perubahan mekanisme pemberian subsidi dan perubahan sasaran konsumen listrik yang disubsidi.

Sebagai kompensasi dari pengurangan subsidi minyak dan listrik, kata Megawati, pemerintah telah melakukan program kompensasi sosial yang diarahkan baik masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah. Alokasi dana kompensasi sosial di luar program operasi besar khusus beras dari tahun ke tahun meningkat dari Rp 2,9 triliun pada 2002 menjadi Rp 3,9 triliun pada 2003. Dana kompensasi sosial itu mencakup bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, transportasi, sarana air bersih, usaha kecil, dan penanggulangan pengangguran. Pendidikan dan kesejahteraan sosial mendapat dana alokasi dana kompensasi terbesar masing-masing sebesar 48,7 persen dan 28,2 persen.

Pengurangan subsidi listrik dan BBM juga diikuti meningkatnya subsidi pangan selama tiga tahun terakhir ini, yang meningkat dari Rp 4,5 triliun pada 2002 menjadi Rp 4,7 triliun pada 2003. Tahun ini, subsidi pangan ditetapkan sebesar Rp 5,3 triliun.

Subsidi pupuk realisasi dalam tiga tahun terakhir juga meningkat. Yaitu dari Rp 50,8 miliar pada 2002 menjadi Rp 0,9 triliun pada 2003 dan 2004 ditetapkan sebesar Rp 1,5 triliun.

Bagja Hidayat - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Sampaikan Keberhasilan Pemerintahannya
Di Depan Sidang Majelis, Presiden Paparkan Kemajuan Ekonomi
Sidang "Perpisahan" Majelis Dibuka
Ratusan Petani Demonstrasi
Sidang Tahunan Akan Tetap Menilai Pidato Presiden
Megawati Belum Mengaku Kalah
Istri Walikota Semarang Diperiksa Panwaslu
PLN Didenda Rp 10 Miliar
Megawati Tidak Mau Berandai-Andai
Megawati Mencoblos Sekitar Pukul 11.00 WIB
> selengkapnya...


Referensi

Profil Megawati Soekarnoputri
Apa Kata Megawati Soekarnoputri
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.1 Thn.1980 Tentang Ketentuan Penanaman Papaver, Koka, Dan Ganja
> selengkapnya...

Website

Situs Megawati-Hasyim Muzadi
Amien Rais


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data