|
Nasional
Presiden Sampaikan Keberhasilan Pemerintahannya
Kamis, 23 September 2004 | 12:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Megawati Soekarnoputri dalam laporan pertanggungjawabannya di Sidang Tahunan MPR 2003-2004, Kamis (23/9) mengatakan pemerintah telah berhasil memperbaiki kehidupan ekonomi secara signifikan.
Mega juga menyatakan, pemerintah berhasil menekan jumlah penduduk miskin selama tiga tahun terakhir, yaitu dari 18 persen pada 2002 menjadi 17 persen pada 2003. Pada tahun ini, pemerintahan Mega berupaya menurunkannya hingga 16 persen. "Keberhasilan pemerintah ini mendapat pengakuan dari World Bank sebagai langkah yang luar biasa," tuturnya.
Hal tersebut, tidak lepas dari keberhasilan pemerintah mengembalikan subsidi ke sasaran yang benar, yaitu masyarakat miskin dan petani kecil. Hal ini ditunjukkan dengan semakin kecilnya subsidi BBM yang harus ditanggung pemerintah dalam tiga tahun terakhir. Bila pada 2001 rasio subsidi BBM dengan PDB sebesar 4,7 persen maka pada 2002 turun menjadi 1,9 persen dan 1,7 persen pada 2003.
Sayangnya untuk 2004 ini, Mega pesimis subsidi dapat ditekan sesuai target semula yaitu 0,7 persen dari PDB. "Meningkatnya harga minyak dunia serta kemungkinan penyesuaian harga menyebabkan subsidi untuk tahun ini kemungkinan akan naik," ujarnya.
Meskipun begitu, lanjut Mega, pemerintah berhasil mengalihkan subsidi pada sasaran yang lebih tepat misalnya untuk subsidi pangan. Pada 2002, pemerintah menggelontorkan dana sebanyak Rp 4,5 triliun yang kemudian meningkat menjadi Rp 4,7 triliun pada 2003 dan target pada 2004 naik menjadi Rp 5,3 triliun. "Kenaikan ini dipengaruhi harga pokok penjualan beras petani yang meningkat dari Bulog serta meningkatnya jumlah keluarga miskin yang menerima subsidi," katanya.
Selain itu, petani kecil pun tidak luput dari perhatian pemerintah dengan diberikannya subsidi pupuk. Pada 2002 pemerintah memberikan dana Rp 50,8 miliar untuk subsidi pupuk. Jumlah itu meningkat pada 2003 menjadi Rp 0,9 triliun dan pada 2004 ditargetkan akan meningkat menjadi Rp 1,5 triliun.
Rasio pinjaman pemerintah juga mendapat perhatian. Pada 2002, rasio pinjaman pemerintah dan PDB mencapai 100 persen. Jumlah ini berhasil diturunkan pada 2003 menjadi sebesar 70 persen. "Dan pada 2004 diharapkan dapat kembali turun menjadi 60 persen," tandasnya. Defisit anggaran yang mencapai 2,1 persen pada 2003 pun diharapkan turun menjadi sebesar 1,2 persen pada 2004 ini.
Sita Planasari A - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|