|
Nasional
Sultan Siap Jembatani Perseteruan Akbar Tanjung-Fahmi Idris Cs
Rabu, 22 September 2004 | 22:22 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Sri Sultan Hamenku Buwono X bersedia menjadi jembatan perdamaian antara fungsionaris Golkar yang dipecat dan Akbar Tanjung. "Saya, Fadel Muhammad dan Yap Salosa sudah menghubungi Pak Akbar untuk melakukan pertemuan, ingin mendengar tentang masalah sebenarnya. Kami masih menunggu kapan Pak Akbar punya waktu membicarakannya," kata Sri Sultan HB X di Yogyakarta, Rabu (22/9), usai menerima para fungsionaris Golkar yang dipecat, seperti Fahmi Idris, Marzuki Darusman, Burhanuddin Napitupulu, Hj Yuniwati, Abu Hanifah, Abu Hasan sazili, Firman Subagyo, Anton Lesiangi, Juslin Nasution dan Hasan Hasibuan.
Menurut Sultan, dirinya sudah kenal baik dengan Fahmi Idris, Marzuki Darusman dan Akbar Tandjung sejak lama. Sehingga jika antar kader Golkar terjadi sesuatu yang sangat merugikan, harus segera diselesaikan. "Pertemuan saya dengan dengan para fungsionaris yang dipecat, hanya silahturahmi, membahas masalah ini dan tidak ada hubungannya dengan Munas Golkar dan pemecatan," kata Sri Sultan HB X.
Hal itu dibenarkan Fahmi Idris. "Sultan bersama Bang Fadel dan Yap Salosa menyatakan, berusaha menjembatani adanya perbedaan pendapat di antara kami," kata Fahmi mengaku, dirinya bersama teman-temannya sebenarnya tidak senang terlibat perseteruan, apalagi dengan sesama kader Golkar. "Yang jelas, kalaupun saya dipecat, saya tetap akan menjadi simpatisan Golkar. Pada pemilu mendatang, saya tetap akan memilih Golkar dan tidak mungkin meloncat ke partai lain," kata Fahmi lagi.
Syaiful Amin, Heru CN - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|