|
Nasional
Marzuki Darusman cs Temui Sultan
Rabu, 22 September 2004 | 20:31 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Para tokoh Golkar yang telah dipecat Akbar Tandjung, Rabu (22/9) menemui Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kraton Kilen Yogyakarta. Para tokoh Golkar itu mengadu kepada Sultan tentang kondisi Partai Golkar pasca pilpres.
Menurut mereka, kondisi Golkar sudah amburadul dan harus segera diselamatkan. Salah satu caranya adalah mengganti Akbar Tandjung dari posisi Ketua Umum DPP Partai Golkar.
Para tokoh Golkar yang dipecat yang berkunjung ke Sri Sultan adalah Fahmi Idris, Marzuki Darusman, Burhanuddin Napitupulu, Hj Yuniwati Sofyan, Abu Hanifah, Abu Hasan Sazili, Firman Subagyo, Anton Lesiangi, Juslin Nasution dan Hasan Hasibuan. Selain itu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Sulawesi, Aksan Mahmud juga turut dalam rombongan tersebut.
Rencananya, calon presiden Jusuf Kalla juga akan turut dalam rombongan tersebut. Hanya saja, Jusuf Kalla akhirnya membatalkan keterlibatannya dalam kunjungan ke tokoh Golkar asal Yogyakarta tersebut.
Rombongan tiba di Kraton Kilen pukul 16.20 WIB. Namun Sultan baru menemui mereka pada pukul 16.55 WIB. Pertemuan antara Sultan dengan fungsionaris Golkar dipecat berlangsung hingga pukul 18.15 WIB. Dalam pertemuan itu, mereka tampak serius. Sultan yang mengenakan pakaian batik, tampak sesekali menghisap rokok sambil mendengarkan penuturan para fungsionaris Golkar.
Menurut Anton Lesiangi, menyelamatkan Golkar adalah sebuah keharusan. Sebab, kata dia, kondisi Golkar saat ini sudah amburadul akibat nahkoda Golkar yang lebih berorientasi pada kekuasaan. Salah satu cara menyelamatkannya, kata Anton, mengembalikan Golkar untuk lebih mendengarkan aspirasi rakyat dengan mengganti Akbar Tandjung.
"Ada keinginan agar Golkar dipimpin oleh tokoh-tokoh yang lebih berorientasi pada rakyat. Kita meminta agar Sultan tampil memimpin Golkar. Tapi beliau menyatakan tidak bersedia," kata Anton kepada Tempo News Room.
Sementara Fahmi Ideris saat ditanya beberapa saat sebelum melakukan perremuan dengan Sultan mengatakan, kunjungan ke Sultan tidak lebih dari sekedar silahturahmi kepada tokoh Golkar. "Ini hanya silaturahmi biasa," kata Fahmi.
Syaiful Amin/Heru CN - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|