Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Fahmi Idris Cs. Minta Akbar Tandjung Mundur
Rabu, 22 September 2004 | 12:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Forum Pembaharuan Partai Golkar mendesak Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung mengundurkan diri dan menanggalkan jabatannya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Menurut Forum Pembaharuan, kegagalan koalisi kebangsaan dan kerugian yang ditanggung Partai Golkar merupakan tanggung jawab tunggal Akbar Tandjung. "Di munas, Akbar cukup mempertanggungjawabkan soal keuangan yang bebannya juga tidak mudah. Soal politik Akbar sudah selesai," jelas Fahmi Idris yang menggelar jumpa pers di gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu (22/9).

Selain Fahmi terlihat hadir segenap pendiri Forum Pembaharuan Partai Golkar, masing-masing Marzuki Darusman, Burhanuddin Napitupulu, Anton Leviani, Yuslin Nasution, Yuniwati M. Sofwan, Abu Hasan Sazili, Abu Hanifa, dan Firman Subagyo.

Fahmi berpendapat hasil perolehan suara pemilihan kedua yang dimenangkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla menunjukan bahwa keputusan rapim sama sekali tidak bisa dicapai. Pernyataan Akbar di munas, benar atau tidak, diakui telah menurunkan citra dan posisi Partai Golkar dengan sangat tajam dan cedera luar biasa.

Marzuki Darusman dalam kesempatan yang sama mengatakan, segala langkah Akbar Tandjung merupakan tanggung jawab pribadi Akbar dan partai harus dilepaskan dari tanggung jawab atas kegagalan kepemimpinan AKbar. "Kesimpulannya posisi partai yang terpuruk akibat dari kebijakan DPP yang dikomandani Akbar. Salah satunya kekeliruan berkoalisi dengan PDI P dan Mega-Hasyim," papar mantan Jaksa Agung ini.

Menurut Marzuki, tidak ada alasan bagi Akbar untuk tidak mundur mengingat sebentar lagi Akbar sudah tidak lagi menjadi ketua DPR. Dalam periode nanti dia tidak lagi menjadi anggota DPR.

Baik Fahmi maupun Marzuki secara serius juga menyatakan akan melaporkan kasus pemecatan atas diri dan rekan-rekannya ke Museum Rekor Indonesia (Muri). Sebab, sepanjang sejarah Golkar, belum pernah terjadi pemecatan selain kali ini.

Ecep S. Yasa - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Metro TV Didemo Massa Pendukung Megawati
SBY-Kalla Unggul di Wellington
SBY Menang Telak di Washington DC
SBY Ungguli Megawati di Sukabumi dan Cianjur
JAMPPI Temukan Banyak Kesalahan Prosedur
Aniaya Saksi, Ketua Ranting PDIP Ditangkap
PKB: Usulan Menteri Sepenuhnya Hak Presiden
Panwaslu Menerima 101 Laporan Pelanggaran
Antisipasi Kerusuhan, Polwil Surakarta Siagakan Sniper
SBY-Kalla Sementara Unggul di Sulawesi Tenggara
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu Presiden Putaran Kedua
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum Presiden
> selengkapnya...

Website

Panitia Pengawas Pemilu
KPU
Pro SBY
Mega For President
Megawati-Hasyim Muzadi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data