Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Washington

SBY Menang Telak di Washington DC
Selasa, 21 September 2004 | 23:21 WIB

TEMPO Interaktif, Washington DC: Kemenangan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla juga berkibar di TPS District of Columbia, AS. Hasil penghitungan suara yang dirampungkan Senin (20/9) pukul 21.00 waktu setempat, menunjukkan duet bernomor 4 ini meraih 197 suara. Angka ini jauh mengungguli pasangan Megawati-Hasyim Muzadi, yang cuma memperoleh 119 dukungan. Hanya ada lima suara yang dinyatakan tidak sah. Berlokasi di Kedutaan Besar RI di Washington, DC, TPS ini meliputi daerah Washington DC, Virginia, Maryland, Delaware, dan North Carolina.

Tapi ini masih angka sementara. Menurut Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) untuk wilayah DC, Tonny Sumartono, ada sekitar 746 surat suara lain yang dikirim pemilih melalui pos, dan baru akan dihitung Kamis mendatang. Dari pendataan yang telah dilakukan, jumlah pemilih yang datang ke TPS hanya separuh dari yang diperkirakan semula. Di daerah pemilihan DC, PPLN mendaftar ada 1.484 warga negara Indonesia yang punya hak memilih. Dari jumlah itu, 125 orang tak bisa terdata karena berbagai alasan, 746 akan mengirimkan coblosannya melalui pos, dan 613 lainnya menyatakan akan langsung datang ke TPS.

Dijelaskan Atase Politik RI, Suhardjono Sastromihardjo, total jumlah pemilih yang terdaftar di seluruh AS adalah sejumlah 7.700 orang. Jumlah ini sebetulnya sangat kecil dibandingkan keseluruhan masyarakat Indonesia di seantero negeri Abang Sam yang diperkirakan mencapai 90 ribuan jiwa. Lantas ke mana yang lain?

Seorang petugas pemilihan menjelaskan, sebagian besar WNI yang tinggal di AS berstatus imigran gelap. Mereka enggan datang ke TPS karena khawatir identitas mereka yang sesungguhnya terlacak, dan lalu dideportasi. Ia mencontohkan, sore di hari pemilihan ada seorang ibu datang ke TPS. Dia semula bilang mau ikut menyoblos. Tapi panitia tak bisa menerimanya, karena dia tak bersedia menyebutkan nama lengkap dan menunjukkan tanda pengenal apapun.

Karaniya Dharmasaputra - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

SBY Ungguli Megawati di Sukabumi dan Cianjur
JAMPPI Temukan Banyak Kesalahan Prosedur
Aniaya Saksi, Ketua Ranting PDIP Ditangkap
PKB: Usulan Menteri Sepenuhnya Hak Presiden
Panwaslu Menerima 101 Laporan Pelanggaran
Antisipasi Kerusuhan, Polwil Surakarta Siagakan Sniper
SBY-Kalla Sementara Unggul di Sulawesi Tenggara
Megawati Akan Sampaikan Sikap Setelah Hasil Final Diumumkan
Jusuf Kalla Benarkan Kabinetnya Akan Ambil Menteri Kabinet Megawati
Empat Desa di Maluku Tenggara Tolak Serahkan Hasil Pilpres II
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu Presiden Putaran Kedua
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum Presiden
> selengkapnya...

Website

Panitia Pengawas Pemilu
KPU
Pro SBY
Mega For President
Megawati-Hasyim Muzadi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data