Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

JAMPPI Temukan Banyak Kesalahan Prosedur
Selasa, 21 September 2004 | 22:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Jaringan Masyarakat Pemantau Pemilu Indonesia (JAMPPI) menemukan banyak kasus-kasus pelanggaran dan kesalahan prosedur yang dilakukan oleh KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara) dalam pemilihan presiden putaran kedua. Pelaksana program JAMPPI Badi Z. Masnur, Selasa (21/9), mengatakan, seharusnya ini sudah diantisipasi sebagai koreksi dari pemilu legislatif dan pilpres tahap pertama.

Ia mengungkapkan, beberapa kasusnya adalah sebagai berikut: pemilih tidak terdaftar di TPS tapi diperbolehkan mencoblos sebanyak 1268 kasus (27,57 persen), pemilih mencoblos menggunakan kartu orang lain 128 kasus (2,7 persen), KPPS melanggar prosedur saat memberikan surat suara kepada pemilih 111 kasus (2,4 persen).

Selain itu, KPPS juga tidak mencocokkan identitas kartu dengan salinan daftar pemilih sebanyak 573 kasus (12,46 persen), KPPS tidak memeriksa jari pemilih sebelum memberikan kartu untuk memastikan tidak adanya tanda tinta 267 kasus (5,80 persen), KPPS membuat kesalahan dalam pengesahan surat suara 165 kasus (3,59 persen), KPPS tidak memberikan salinan berita acara dan salinan perhitungan suara kepada semua saksi 423 kasus (9,20 persen).

Sementara pelanggaran kualitas dan prosedur pemberian tinta, teridir dari tanda tinta pada jari pemilih mudah terhapus 267 kasus (5,80 persen), pemilih yang sudah ada tanda tintanya di jari namun diperbolehkan mencoblos sebanyak 195 kasus (4,24 persen), dan pemilih tidak diberi tanda sesudah mencoblos 330 kasus (7,08 persen).

Kriteria pelanggaran gangguan dan intimidasi, yaitu intimidasi dan gangguan terhadap pemilih ketika pemilih menuju TPS sebanyak 47 kasus (1,02 persen), 47 kasus (1,02 persen), gangguan atau intimidasi kepada KPPS 138 kasus (3,00 persen), orang lain yang mengarahkan atau mengintimidasi pemilih sebelum mencoblos 281 kasus (6,11 persen), gangguan atau intimidasi kepada pemantau 339 kasus (7,37 persen) dan KPPS mengarahkan atau mengintimidasi pemilih sebelum mencoblos sebanyak 550 kasus (11,96 persen).

Selain itu, katanya, kriteria tidak ada saksi pasangan calon yang hadir di TPS 336 kasus (7,30 persen), berita acara dan sertifikat hasil perhitungan tidak ditandatangani oleh saksi pasangan calon sebanyak 307 kasus (6,67 persen). Ia menyebut, daerah-daerah yang banyak terjadi pelanggaran adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Papua, Bangka Belitung, Jakarta.

Namun JAMPPI menganggap pelaksanaan administrasi dan prosedur pemungutan dan perhitungan suara di TPS pada pilpres tahap kedua ini berjalan relatif lebih lancar. JAMPPI melakukan pemantauan atas 14.700 TPS, di 29 propinsi, 147 kabupaten/kota,735 kecamatan dan melibatkan 17009 relawan pemantau dan koordinator.

Badriah - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Aniaya Saksi, Ketua Ranting PDIP Ditangkap
PKB: Usulan Menteri Sepenuhnya Hak Presiden
Panwaslu Menerima 101 Laporan Pelanggaran
Antisipasi Kerusuhan, Polwil Surakarta Siagakan Sniper
SBY-Kalla Sementara Unggul di Sulawesi Tenggara
Megawati Akan Sampaikan Sikap Setelah Hasil Final Diumumkan
Jusuf Kalla Benarkan Kabinetnya Akan Ambil Menteri Kabinet Megawati
Empat Desa di Maluku Tenggara Tolak Serahkan Hasil Pilpres II
Aa Gym Datangi Pusat Tabulasi Nasional
Panwaslu Akan Sampaikan Pelanggaran Pemilu Besok
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu Presiden Putaran Kedua
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum Presiden
> selengkapnya...

Website

Panitia Pengawas Pemilu
KPU
Pro SBY
Mega For President
Megawati-Hasyim Muzadi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data