|
Nasional
Megawati Akan Sampaikan Sikap Setelah Hasil Final Diumumkan
Selasa, 21 September 2004 | 17:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Calon presiden Megawati Soekarnoputri baru akan menyampaikan sikap resminya menanggapi hasil pemilihan presiden setelah KPU mengumumkan hasil perhitungan manualnya pada 5 Oktober nanti. Keputusan ini diambil dalam rapat harian pengurus pusat PDI Perjuangan yang dipimpin langsung Megawati di kantor pusat PDIP, Jakarta, Selasa (21/9).
Rapat PDIP kali ini juga membahas hasil perolehan suara sementara yang menempatkan Mega-Hasyim di bawah Yudhoyono-Kalla, termasuk evaluasi dan rencana penyikapan partai. Namun Wakil Sekjen PDIP Pramono Anung yang memberikan keterangan pers menolak menjelaskan apa evaluasi PDIP menanggapi kekalahan Mega-Hasyim. "Tunggu 5 Oktober nanti," katanya.
Selain Megawati dan Pramono, rapat PDIP kali ini juga diikuti sejumlah pengurus partai lainnya. Di antaranya Sekjen PDIP Sutjipto, Wakil Sekjen Mangara Siahaan dan Ketua PDIP Arifin Panigoro. Salah satu pendiri PDIP, Sabam Sirait, juga hadir dalam pertemuan pertama pimpinan pusat PDIP setelah pemilihan presiden ini.
Pramono juga menolak menanggapi saat ditanya apakah hasil yang didapat Megawati menunjukkan mesin politik yang digalang Koalisi Kebangsaan tidak berjalan. Sekalipun hasil perhitungan melalui teknologi informasi KPU menunjukkan Mega-Hasyim terus tertinggal di belakang Yudhoyono-Kalla, PDIP tetap akan menunggu hasil resmi perhitungan manual KPU. "Kalah menang itu kan hal yang biasa," katanya.
Bersama-sama dengan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan, PDIP akan mengawal dan mengawasi pemerintahan mendatang apabila Mega-Hasyim kalah. Sejauh ini, kata Pramono, belum ada rencana sama sekali untuk masuk dalam pemerintahan bergabung dengan Yudhoyono. "Tidak ada sama sekali pemikiran untuk power sharing," katanya.
Untuk mengantisipasi ketidakpuasan massa PDIP dengan kekalahan Mega-Hasyim, PDIP telah memberikan instruksi kepada semua pengurus daerah untuk mengendalikan massanya agar tidak melakukan hal-hal yang justru akan berdampak negatif kepada partai. Soal kerusuhan kecil yang terjadi di salah satu kecamatan di Bali yang menjadi basis utama PDIP, Heri meminta hal itu tidak dibesar-besarkan. "Itu kan cuma satu dari ratusan kecamatan di Bali," katanya.
Di samping membahas hasil pemilihan presiden, rapat PDIP juga memutuskan mengangkat Sabam Sirait sebagai Ketua Fraksi PDIP di MPR guna menghadapi Sidang Tahunan MPR mulai 23 September depan. Sebagai Sekretaris mendampingi Sabam, ditunjuk Suwarno.
Di tempat yang sama, menanggapi kekalahan Mega-Hasyim, Sabam Sirait mengatakan saat ini merupakan saat yang tepat bagi PDIP untuk melakukan kritik dan otokritik. Dia juga berharap pengurus PDIP membuka diri terhadap semua kritik yang dialamatkan kepadanya setelah kekalahan ini. Dia juga menolak menilai apakah koalisi yang dibangun PDIP memang tidak efektif. Pasalnya, baru kali inilah koalisi seperti ini dan pemilihan presiden secara langsung dilakukan.
Sapto Pradityo - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|