Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Polisi Periksa Sembilan Orang Terkait Bom
Selasa, 21 September 2004 | 15:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian RI memeriksa intensif sembilan orang terkait peledakan bom di depan Kedutaan Besar Australia, Selasa (21/9). Kesembilan orang itu hasil penangkapan di Jawa Barat, Banten, dan Lampung.

"Sembilan orang yang didalami tahu ciri-ciri terakhir pelaku yang kita kejar (Dr. Azahari dan Noordin M Top). Kita diberi waktu lah," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Pol. Suyitno Landung kepada wartawan di Mabes Polri.

Menurutnya, sembilan orang itu semula berjumlah 10. Tetapi satu di antaranya berinisial AAH sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti diketahui, polisi sudah memberikan keterangan pers mengenai AAH di Media Center, Sabtu (18/9) lalu. Sedangkan yang sembilan ini polisi masih mencari bukti-bukti yang cukup untuk penahanan.

Menurut Suyitno prosedur penahanan harus sesuai dengan UU No.15 tentang Terorisme bahwa polisi mempunyai batas waktu pemeriksaan 7x24 jam untuk selanjutnya dilepaskan atau ditahan.

Ia menjelaskan, sebelum peledakan, polisi sudah mencari tiga tersangka. Mereka diduga turut menyembunyi Dr. Azahari dan Noordin M Top. "Tersangka masih empat belum ada tambahan. Sekarang petugas masih di lapangan," katanya.

Saat ditanya mengenai hasil tes DNA, Suyitno mengatakan masih dalam proses penyelidikan. Tes sempat terhenti karena petugas libur saat pencoblosan pemilu.

Seperti diketahui polisi memerlukan waktu mininal tujuh hari untuk mengetahui pelaku bom bunuh diri di depan kedubes itu. "Karena orang-orang itu (tim indentifikasi) melakukan pencoblosan pemilu. Nanti kalau jelas diberitahu," kata Suyitno berjanji.

Sementara saat dikonfirmasi mengenai modal peledakan adalah sisa dari peledakan di depan Hotel JW Marriott 5 Agustus 2003 lalu, Suyitno mengatakan masih menelurusi kebenarannya.

Soal dana Rp 400 juta untuk peledakan bom, dibantahnya. "Belum benar, nanti kita jelaskan proses penyidikannya. Berita-berita itu kan informasi, kita cek tapi masih kita telusuri, kita usut," jelasnya.

Martha Warta - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kapolri: Lampung Berpotensi Sebagai Tempat Persembunyian Pembom
LSM Protes Sayembara untuk Penemu Dr Azahari
Kapolri Tunjukkan Foto Pemilik Terakhir Mobil Pengebom Kuningan
Imigrasi Mataram Bantah Kebobolan Kasus Paspor Marzuki
Polisi Tahan Empat Tersangka Pengebom Kuningan
Polisi Klaim Temukan Keberadaan Azahari
Pemerintah Akan Amandemen UU Terorisme
Polis Asuransi Terorisme Meningkat
Tiga Warga Diduga Orang Dekat Azhari Dilepas
Warga Banten Mirip Noor Din Dikabarkan Dibawa ke Mabes Polri
> selengkapnya...


Referensi

Jenderal Laskar Istimata
Doktor Elmaut dari Johor
Yayasan Pulih yang Pulihkan Trauma
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data