Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

JPPR Temukan Kasus Politik Uang dan Intimidasi
Selasa, 21 September 2004 | 15:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) mencatat dari 27 macam laporan terdapat 22,31 persen kasus politik uang dan 3,31 persen kasus intimidasi terjadi pada pemilihan presiden (pilpres) tahap kedua, baik pada masa tenang maupun pada hari H yang sebagian besar berlangsung di Provinsi Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat (Jabar).

“Mengganggu kualitas pemilu untuk dibilang jujur dan adil,” kata Rizaludin Kurniawan, Manajer Pemantauan JPPR usai konferensi pers di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (21/9).

Ia mengungkapkan, kasus-kasus politik uang terjadi di Jatim (Kabupaten Mojokerto, Malang, Jember, Gresik, Bondowoso, Ponorogo, Pasuruan, Madura dan Sumenep), Jateng (Kabupaten Pekalongan, Jepara, Kudus, Brebes, Batang, Magelang), Jabar (Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Depok, Karawang dan Tasikmalaya), Papua (Kabupaten Yapen Waropen), Sumatera Utara (Kabupaten Asahan dan Langkat), Lampung (Kabupaten Lampung Tengah), Sulawesi Selatan (Kabupaten Ujung Pandang dan Makassar).

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa pola-pola politik uang misalnya menjanjikan fasilitas tertentu di desa atau wilayah tertentu jika capres/cawapres terpilih, memberikan uang atau barang dan memberikan fasilitas tertentu kepada pemilih.

Di Jepara, Jateng, ditemukan adanya janji dari pendukung salah satu kandidat akan memperbaiki jalan jika pasangan menang, sementara di Langkat, Sumatera Utara, ditemukan janji tim sukses akan memberikan kredit tanpa agunan jika pasangan menang.

Di Batang, Jateng, tim sukses membagi-bagikan mie instan, di Jember, Jatim, tim sukses membagi beras gratis, di Cirebon, Jabar, dibagikan gula pasir, di Pasuruan, Jatim, dibagikan sarung dan perlengkapan sholat dan di Asahan, Sumut, sejumlah perusahaan negara memberikan gaji ke-13 dan bonus agar memilih calon tertentu dan di Karawang, Jabar, ditemukan perjanjian tidak tertulis soal perbaikan tanah. “Politik uang masih jadi tradisi bagi elite politik untuk menarik simpati,” katanya.

Sementara pelanggaran berupa intimidasi terhadap pemilih tidak banyak ditemukan, hanya berkisar 3,31 persen. “Banyak ditemukan di Jawa,” katanya. Ia menyebut Klaten, Jepara dan Brebes, Jawa Tengah. Persentase pelanggaran intimidasi di Sumatera 3,3 persen, Jawa 5,1 persen, Kalimantan 0 persen, Sulawesi 5,6 persen dan Bali, Nusa Tenggara, Papua 0 persen.

Pola intimidasi yaitu adanya keterlibatan birokrasi dan pendukung dan mobilisasi. “Di salah satu TPS di Brebes ada mobil bergambar salah satu capres/cawapres berputar di sekitar TPS agar pemilih mencoblos pasangan tertentu,” kata Gunawan Hidayat, Koorditor Pemantauan JPPR.

Rizal mengungkapkan, intimidasi yang dilakukan oleh birokrasi seperti hadir, datang berkeliling, berkendaraan berkeliling dan menunggu dan bahkan ada yang langsung menyerukan untuk memilih capres tertentu. “Di daerah, ini memberi efek psikologis terhadap proses memilih, meski tetap ada kerahasiaan memilih,” ujar dia.

Meskipun demikian, Rizal menyimpulkan bahwa pilpres kedua berjalan sangat baik, aman dan lancar dan merupakan representasi warga setempat dalam menyalurkan aspirasinya.

Namun, katanya, pemilu yang baik belum tentu mencerminkan pemilu yang jujur dan adil (jurdil). “Pemilu jurdil itu zero pelanggaran,” katanya.

Informasi JPPR dihimpun dari 3.949 TPS di mana relawan JPPR memantau di 20 ribu desa dan 60 ribu TPS yang tersebar di 121 kabupaten/kota di 26 provinsi. Populasi survei 310 koordinator kabupaten/kota dengan teknik sampling. Data dikumpulkan sesaat setelah pencoblosan suara (20/9) pukul 13.00 WIB.

Badriah - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Panwaslu Temukan Sejumlah Pelanggaran Pemilu di Nganjuk
Empat Desa di Maluku Tenggara Tolak Serahkan Hasil Pilpres II
Di Manokwari, Petugas KPPS Melakukan Pelanggaran
Aa Gym Datangi Pusat Tabulasi Nasional
Pendukung SBY-Kalla Mengamuk
Mega Hanya Unggul di Bali, NTT dan Maluku
Di Kuala Lumpur, SBY-Kalla Untuk Sementara Unggul
Koalisi Kebangsaan Siap Beroposisi di Parlemen, Bila Kalah di Pilpres
SBY-Kalla Menang Mutlak di LP Lhokseumawe
Tim Mega-Hasyim Temukan Beberapa Pelanggaran
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data