Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Koalisi Kebangsaan Siap Beroposisi di Parlemen, Bila Kalah di Pilpres
Senin, 20 September 2004 | 18:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Koalisi Kebangsaan Akbar Tandjung menyatakan siap menerima dengan ikhlas, bila calon presiden dan wakil presiden yang didukungya kalah dalam pemilihan presiden putaran kedua ini. Kekalahan tesrebut, kata dia, tidak akan membuat koalisi ini bubar. Tapi, akan terus mengkonsolidasikan diri di parlemen, DPR pusat dan daerah.

Menurut dia, Koalisi Kebangsaan akan terus mengkonsolidasikan diri menjadi suatu entitas dan kekuatan yang nantinya bakal menjalankan berbagai tugas di DPR, baik pusat dan daerah. Tujuannya, untuk menjalankan fungsi-fungsi dewan dan check and ballance terhadap pemerintah yang berkuasa.

"Pokoknya Koalisi Kebangsaan akan menjadi kekuatan penyeimbang bagi pemerintah," kata Akbar, usai bersilaturahmi dengan Megawati, di Kebagusan, Jakarta Selatan, Senin (20/9). Dia menjamin, bilapun Megawati kalah, pemerintahan Yudhoyono tetap akan stabil. Koalisi Kebangsaan akan berada di parlemen untuk menjalankan fungsi chek and balance.

Tapi bila Mega-Hasyim yang menang, kata dia, koalisi ini akan mendukung sepenuhnya pemerintahan yang berkuasa. Hal ini akan menciptakan stabilitas karena pemerintahan dan parlemen menjadi kuat. "Bila kekuasaan berada di tangan kami maka pemerintahan dan parlemen menjadi kuat," katanya.

Tapi Akbar tetap optimis, Megawati bakal menang dalam pemilihan kali ini. Karena, dia berpegang pada hasil perolehan suara partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan, dalam pemilu legislatif lalu. "Dihitung dari kursi DPR, jumlah kami mendekati 58 persen," katanya. Karena itu, Akbar memperkirakan, duet Mega - Hasyim akan meraih 55 persen suara dari total suara secara nasional.

Akbar memaparkan sejumlah hitung-hitungan wilayah tempat Mega-Hasyim bakal menang. Dia optimis, duet ini bakal menang di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. "DKI Jakarta juga untuk kita. Sedangkan Banten dan Yogyakarta, kami cukup optimis (menang)," katanya. Hanya di daerah Jawa Barat, kata dia, diperkirakan perolehan suara dengan Yudhoyono bakal berlangsung ketat.

Di kawasan Indonesia Timur, kecuali Sulawesi Selatan, Akbar juga optimis duet Mega -Hasyim bakal menang. "Di Kupang dan Sulut kami juga optimis," katanya. Di Provinsi Papua, Akbar juga melihat masih ada harapan bagi duet ini untuk menang. "Karena Ibu Mega kemarin menyatakan akan memberikan otonomi khusus dan membentuk Majelis Rakyat Papua," katanya.

Sedangkan di Sumatera, Akbar optimis, Mega - Hasyim bakal meraih kemenangan besar. "Kecuali Sumatera Barat dan Aceh, cukup berimbang," katanya.

Selain itu, Akbar juga menyatakan, Koalisi Kebangsaan telah menerjunkan sekitar 1,2 juta orang di seluruh Indonesia, untuk menjadi saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Kami menurunkan dua saksi di tiap TPS ditambah cadangannya. Sedangkan TPS berjumlah 100 ribu. Jadi ada sekitar 1,2 juta," katanya.

Yura Syahrul - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jusuf Kalla Memprediksi Akan Memperoleh 60 Persen Suara
SBY-Kalla Menang Mutlak di LP Lhokseumawe
Kalla Akan Lapor ke Panwaslu dan Polres Tabanan
Pemilu Aman, Rupiah Akan Menguat
Tim Mega-Hasyim Temukan Beberapa Pelanggaran
Ibunda SBY Siapkan Syukuran
Hasil Quick Count Tim Mega-Hasyim, SBY-Kalla Menang
Pemantau Pemilu Temukan Pembagian Sembako di Kediaman Megawati
Panwaslu Surabaya Temukan Pelanggaran oleh Kedua Tim Capres
Megawati Menang di Tempatnya Mencoblos
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu Presiden Putaran Kedua
Pembahasan Penonaktifan Akbar Tanjung di DPR
Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Panitia Pengawas Pemilu
KPU
Pro SBY
Mega For President
Megawati-Hasyim Muzadi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data