|
Nasional
Pemantau Pemilu Temukan Pembagian Sembako di Kediaman Megawati
Senin, 20 September 2004 | 17:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Jaringan Masyarakat Pemantau Pemilu Indonesia (JAMPI) menemukan indikasi terjadinya kecurangan Pemilu, dalam bentuk praktek-praktek politik uang (money politic) di sekitar kediaman calon presiden Megawati, di Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan. Kecurangan tersebut berupa pembagian sembako kepada warga masyarakat sekitar.
Koordinator Nasional JAMPI Wahidah Syuaib menyatakan, pihaknya menemukan pembagian sembako kepada warga masyarakat RT 01 Kebagusan. Menurut dia, selama dua malam bertutur-turut sebelum hari pencoblosan, Ketua RT 01 membagi-bagikan bungkusan sembago kepada warganya.
"Sebagian masyarakat RT 01 mengakui adanya pembagian sembako itu," kata Wahidah, saat ditemui memantau pelaksanaan pencoblosan kertas suara di TPS 046, Kelurahan Kebagusan, Senin (20/9) siang. Menurut dia, pembagian sembako ini dapat dikategorikan pelanggaran pemilu, karena diembel-embeli oleh Ketua RT dengan bahasa pemberian ini dari "Ibu". Maksudnya adalah Ibu Megawati. "Satu atau dua masyarakat mengakui itu," katanya. JAMPI akan melaporkan hal ini kepada Panitia Pengawas Pemilu.
Suami Megawati, Taufik Kiemas membantah tudingan politik uang ini. Menurut dia, keluarga Mega biasa membagikan sembako kepada warga sekitar secara berkala tiap sebulan sekali. "Sejak lima tahun terakhir kami selalu bagikan sembako ke masyarakat sekitar sini," kata Taufik, di rumahnya.
Yura Syahrul - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|