|
Nasional
SBY-Kalla Menang Telak di Cendana
Senin, 20 September 2004 | 15:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla menang telak di TPS 002 Gondangdia yang menjadi tempat pencoblosan mantan Presiden Soeharto dan keluarganya pada Senin (20/9). SBY-Kalla mengantongi 168 suara mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi yang mendapatkan 40 suara. Empat suara dinyatakan tidak sah.
Jumlah pemilih yang terdaftar di TPS itu 291 orang. Namun yang terpakai hanya 212 surat suara saja. Angka ini sudah merupakan gabungan dari pemilih yang terdaftar di TPS itu sebanyak 171 orang dan pemilih yang tidak terdaftar di TPS seperti wartawan dan para saksi pasangan calon yang berjumlah 41 orang. Ini artinya, sebanyak 120 pemilih yang terdaftar tidak menggunakan hak pilih.
Di TPS yang bertempat di kediaman Yeti Tando di Jalan Cendana 31, Jakpus, hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah Soeharto yang berada di Jalan Cendana 8, Menteng, Jakarta Pusat. TPS ini meliputi tiga RT yakni Rt 02,03,dan 04 yang berada di empat nama jalan yakni Jalan Cendana, Jalan Rasamala, Jalan Kamboja, dan Jalan Yusuf Adiwinata.
Pada pemilihan presiden putaran kedua ini, Soeharto menggunakan hak pilihnya. Kali ini, dia terpaksa menaiki mobil Toyota biru jenis van bernomor B 8757 C. Dia ditemani anak bungsunya Siti Hutami 'Mamiek' Adiningsih. Putri sulungnya Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut berjalan kaki bersama suami dan anaknya dari rumah Soeharto. Begitu pula putra kedua Soeharto, Sigit Harjudanto yang tidak didampingi istri dan anaknya. Tidak tampak Siti Hediati dan Hutomo Mandala Putra atau Tommy yang masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Ada kejadian menarik di TPS itu ketika berlangsung proses penghitungan suara. Tiap kali Yeti Tando, pemilik rumah sekaligus Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di TPS 002, membunyikan angka empat (nomor SBY-Kalla) dari surat suara itu, burung beo miliknya turut mengucapkan, "Empat". Kejadian ini tak urung menyegarkan suasana termasuk wartawan. Tapi, tiap angka dua diucapkan, beo itu tak mengikuti. Entah karena susah atau Beo itu sudah dilatih pro SBY.
Padahal, menurut Nova, anak Yeti Tando, beo itu baru dipelihara sebulan lalu. "Adik saya yang kerja di Aceh bawa dua asli dari hutan sana," kata Nova menerangkan. Satu dibawanya ke rumahnya sendiri, satunya lagi dipelihara ibunya. Menurut Nova, tak ada yang mengajari beo itu. "Mungkin, dia terbiasa mendengarkan bunyi-bunyian di hutan, jadi yang gampang saja yang dia ikutin," kata dia tersenyum.
Istiqomatul Hayati - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|