Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

KPU: Tak Benar Ada Selisih Surat Suara Hingga 70 Ribu
Senin, 20 September 2004 | 14:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta M Taufik mengatakan pernyataan Panwaslu tentang adanya selisih jumlah surat suara sebanyak 70 ribu di Jakarta pusat, tidak benar. "Tidak mungkin. Panwaslu ngarang," kata Taufik kepada Tempo ketika dihubungi melalui telepon, Senin (20/9) siang.

"Panwaslu jangan asal ngomong, deh, lebih baik tanya dulu sama KPU," kata Taufik. Menurut Taufik, untuk setiap wilayah, KPU memang selalu melebihkan surat suara 2,5 persen dari pemilih terdaftar. Namun, ia membantah bila ada kelebihan surat suara sekitar 70 ribu ditambah 5 ribu surat suara cadangan.

"Kalau kemudian ada selisih jumlah pemilih yang tertera secara administratif mungkin saja," kata Taufik. Namun, hal itu terjadi karena pemilih yang sudah terlanjur tercantum di daftar pemilih tetap, pindah, atau tidak ada lagi di tempat itu.

Sementara itu, Dedi Sardadi dari Panwaslu Jakarta Pusat justru membenarkan Taufik. Menurutnya, kesimpulan Wakil Ketua Panwaslu Jakarta M Cholil Naffis yang mengatakan adanya kelebihan 70 ribu surat suara di Jakarta Pusat, terlalu cepat.

Ia mengakui sebelumnya, selisih yang didapat dari data Panwascam (panitia pengawas setingkat kecamatan) dengan data KPU memang ada sebesar 70 ribu. Namun, itu karena data yang didapatkannya belum lengkap dan divalidasi. "Karena data ini belum valid, seharusnya jangan ada statementdulu. Ini bahaya," katanya menyayangkan pernyataan dari Cholil.

"Kita terus melakukan verifikasi dengan KPU," katanya. Setelah melakukan koordinasi dan verifikasi, Dedi justru mendapati selisih itu semakin menipis. Ia mengaku tidak ingat berapa besarnya selisih surat suara terahir yang telah diketahui. Mengingat kesibukan pengawasan pelaksanaan pemilu, Dedi memperkirakan verifikasi akan selesai sekitar dua atau tiga hari lagi.

Dedi menjamin hal itu tidak terkait dengan upaya penggelembungan suara. "Sudah kita verifikasi, selisih tidak sebanyak kemarin (70 ribu), ini bukan persoalan pengelembungan suara," katanya. Dan data terakhir, menurut Dedi, jumlah selisih tidak terlalu signifikan.

Menurut Dedi, hal yang paling penting adalah bila memang terjadi penggelembungan suara di sebuah TPS tertentu. "Misalnya ada di TPS X yang suaranya menggelembung menjadi 150 suara," katanya. Namun hal itu di lapangan, menurutnya, belum ditemukan

Indra Darmawan - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Di Jayapura, SBY-Kalla (Sementara) Menang
Megawati Tidak Mau Berandai-Andai
Jumlah Pemilih Di Jakarta Menurun
Kapolri: Pilpres II Aman dan Lancar
Panwaslu Temukan Kelebihan 70 Ribu Surat Suara di Jakarta Pusat
Jika Menang, Hasyim Muzadi Mundur Sebagai Ketua NU
Hasyim Muzadi akan Kembali Pimpin NU
Megawati Mencoblos Sekitar Pukul 11.00 WIB
Dorodjatun: Pelaku Usaha Menunggu Hasil Pilpres II
Hamzah Maz Yakin Pasangan Mega-Hasyim Menang
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu Presiden Putaran Kedua
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Panitia Pengawas Pemilu
KPU
Pro SBY
Mega For President
Megawati-Hasyim Muzadi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data