|
Nasional
Jumlah Pemilih Di Jakarta Menurun
Senin, 20 September 2004 | 13:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Jumlah pemilih pada pemilihan presiden tahap II, Senin (20/9), diperkirakan menurun. "Saya prediksi kan demikian," ujar Ketua Tim Pemantau Uni Eropa Glynn Ford kepada para wartawan saat meninjau TPS 010 yang berlokasi di SDN Percontohan 15 Tebet Timur Dalam III hari ini. Namun dia belum bisa menyebutkan angka penurunan tersebut.
Ford belum dapat memperkirakan apakah penurunan tersebut terjadi di daerah lain di Indonesia. Menurut dia, hal itu baru dapat diketahui setelah menerima laporan dari sekitar 225 anggota tim pemantau yang disebar mulai dari Aceh sampai Papua. Dia juga belum bisa memperkirakan apakah akan terjadi bentrokan pasca pencoblosan. Namun menurutnya, sejauh ini proses pencoblosan berjalan baik dan lancar.
Ford menilai, partsisipasi rakyat Indonesia lebih besar ketimbang negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Dia mencontohkan hanya 39 persen warga Inggris yang ikut pemilu bila dibandingkan jumlah pemilih pada pemilihan legislatif dan pemilu presiden tahap I yang lebih dari 50 persen.
Tim Pemantau Uni Eropa terdiri atas tim inti yang beranggotakan 13 orang, 64 orang pemantau jangka panjang, 128 orang pemantau jangka pendek dan 20 orang pemantau jangka pendek lokal. "Tim pemantau jangka panjang akan mengikuti proses penghitungan suara dan tinggal di lokasi pemantauan hingga 27 Sepetember," kata Ford.
Jumlah pemilih yang terdaftar di TPS 010 sebanyak 300 orang. TPS ini memiliki 4 bilik suara dan terletak di halaman sekolah. Pada pemilihan presiden tahap I, pemilih yang menggunakan haknya sebanyak 257 orang dari 300 yang terdaftar. Pasangan Soesilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla unggul dengan 85 suara ketimbang pasangan Amein Rais - Siswono Yudhohusodo di tempat kedua dengan 80 suara.
Tim Pemantau Uni Eropa, memantau di 12 TPS sejak pagi hingga siang hari ini. Mereka memantau di TPS 033, 065, 058, 059, 010, 012, 013, 001, 002, 003, 004 dan 005.
Faisal - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|