|
Nasional
Abu Bakar Ba'asyir Tidak Mencoblos
Senin, 20 September 2004 | 10:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pimpinan Pondok Pesantren Ngruki, Abu Bakar Ba'asyir yang saat ini menjadi tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam pemilu pilpres putaran II. Menurut Kepala Lapas Cipinang, Djoko Mardjo, Ba'asyir tidak memiliki kartu pemilih sehingga ia tidak bisa mencoblos kali ini. "Bukan karena haknya dicabut, karena ia masih tahanan yang belum memiliki kekuatan hukum untuk dicabut haknya," kata Djoko di Jakarta, Senin (20/9).
Djoko mengatakan, Ba'asyir memang tidak memiliki kartu pemilih sejak Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Putaran I. Ba'asyir, lanjut dia, tidak memiliki kartu pemilih karena tidak terdaftar. "Mungkin pada saat pendaftaran berlangsung, beliau sedang keliling-keliling," ujar Djoko.
Ba'asyir sendiri saat ini mendekam di Blok BM, Sel No. 4. Tempo sempat melihat Ba'asyir sedang berbincang dengan napi lainnya. Tampak Ba'asyir mengenakan kaos oblong warna putih, tanpa memakai kopiah. Ketika ia melihat para wartawan, ia langsung masuk ke dalam sel dan tidak mau keluar, meski dipanggil.
Sementara itu, terpidana kasus pelanggaran HAM berat Timor Timur yang juga mantan Gubernur Tim Tim Abilio Soares, menggunakan hak pilihnya di TPS 128 di dalam LP Cipinang dengan ditemani terpidana kasus korupsi dana Bulog, Dadang Sukandar dan Winfried Simatupang. Mereka datang bersamaan dan langsung mecoblos.
Seusai memberikan suaranya, Abilio Soares mengatakan, siapapun presiden yang terpilih, harus menjadi pemimpin yang baik. "Saat ini kita memilih dengan hati nurani," ujarnya. Abilio tampak enggan memberi komentar lebih lanjut karena petugas LP yang mendampinginya, terus menyuruh Abilio berjalan dan meminta wartawan untuk tidak bertanya lebih lanjut.
Sedangkan Dadang Sukandar yang ditemui Tempo seuasai keluar dari TPS, tidak mau berkomentar banyak. Ketika didesak apakah ia memilih SBY, "Insya Allah," ujarnya singkat. Lain halnya dengan Winfried Simatupang yang menuturkan bahwa kedua calon presien sama-sama bagus, namun kata dia, harus ada perubahan.
Beddu Amang, mantan Kabulog yang juga terpidana kasus korupsi, saat ini tidak berada di LP Cipinang. Djoko Mardjo mengungkapkan, Beddu Amang sedang berada di Rumah Sakit Medistra untuk dirawat. "Beliau sakit infeksi pau-paru," kata dia. Beddu Amang, lanjut Djoko, sudah dua minggu meninggalkan LP Cipinang.
Sementara itu, jumlah pemilih di LP Cipinang, pada pemilu preisden putaran II , menurun drastis. Pilpres putaran I, jumlah pemilihnya mencapai 1.845 orang dari 3.165 jumlah penghuni. Sedangkan dalam pilpres putaran II yang berhak memilih hanya 826 dari 3.291 total penghuni LP Cipinang.
Kalapas Cipinang Djoko Marjo menjelaskan, penurunan jumlah pemilih ini disebabkan banyaknya napi yang keluar. Sedangkan para penghuni baru yang masuk, tidak memiliki ataupun membawa kartu pemilih.
Di LP Cipinang, terdapat 10 TPS untuk melayani 826 narapidana dan sekitar 200 dari 427 pegawai LP. Pada Pemilu Legislatif, Partai Golkar meraih suara terbanyak di Cipinang. Sedangkan dalam pilpres putaran I, pasangan capres dari Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla menempati urutan pertama. Menurut Djoko, para napi diberikan kebebasan untuk memilih. "Tidak ada arahan ataupun instruksi apapun," katanya.
Poernomo G Ridho - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|