|
Nasional
Pemantau Pemilu Sebaiknya Tidak Lakukan Polling
Minggu, 19 September 2004 | 13:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga pemantau pemilu presiden yang melakukan polling dianggap telah melanggar etika. Hal ini dikarenakan mereka telah membawa opini publik terhadap citra seorang calon. “Memberikan polling sudah bisa men-drive sesuatu," kata Thoby Mutis, anggota Forum Rektor pada Tempo di Jakarta, Minggu (19/9).
Menurutnya, polling selain mencitrakan seseorang dan membawa pada opini publik juga sangat tergantung siapa pelaku polling tersebut. "Polling itu khan tergantung siapa yang dibelakang, you can drive something," katanya.
Berdasarkan pengalaman di negara lain polling tidak dilakukan oleh para pemantau pemilu. Dia mencontohkan di Philipina, polling hanya dilakukan oleh lembaga non pemantau pemilu sehingga objektivitas pemantauan bisa dipertanggungjawabkan. “Seperti pengalaman saya waktu menjadi pemantau di Philipina saat pergantian dari Marcos ke Qory Aquino," ujarnya.
Thoby juga mengatakan hasil polling pada akhirnya akan memberikan penilaian pada calon kandidat. Siapa yang terfavorit, baik dan seterusnya dengan kriteria yang ditentukan. Atas hal ini maka pernyataan polling tersebut sudah menjadi analisa yang pada akhirnya akan menggiring pemilih kepada salah satu calon presiden tertentu. (Muchamad Nafi)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|